Erik Hadi Saputra Memberi Motivasi Bagi Mahasiswa Baru

Erik Hadi Saputra, saat megisi stadium general bagi mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Foto: Tri M)

Sleman- Erik Hadi Saputra pengisi acara inspirasi di RRI Yogyakarta dan kolumnis inspira harian Republika memberikan materi dan motovasi kepada mahasiswa baru. Menurutnya, mahasiswa baru harus memiliki semangat yang tinggi untuk melihat potensi diri dan peluang yang ada.

Hal ini disampaikannya saat mengisi acara Stadium General bagi mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Berlangsung, Senin 1 Oktober 2019, tema yang diangkat yakni Membangun Karakter Mahasiswa yang Islami, Unggul dan Mandiri di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Beliau membuka materi dengan pengenalan cara berfikir mahasiswa dengan tes kepribadian. Apakah mahasiswa baru cenderung menggunakan otak kanan, otak kiri atau justru seimbang. Melalui pertanyaan yang disajikan menggunakan media video, jawaban dari masing-masing individu bisa mendetiksi cara berfikirnya. Mahasiswa baru terlihat aktif dan mendengarkan materi yang disampaikan.

Acara ini berlangsung di Gedung Prof. Soenarjo (Convention Hall) lantai 1 UIN Sunan Kalijaga. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menjelaskan bahwa stadium general ini mengangkat tema yang sangat kontemporer.

“Ini menarik, karena sesungguhnya masing-masing masyarakat memiliki lokalitas. Oleh karena itu pengenalan ini penting, karena anda akan menghadapi masyarakat yang sangat beragam,” jelasnya saat sambutan.

Sekaligus membuka acara, beliau juga menegaskan kepada mahasiswa baru untuk terus belajar menimba ilmu dan mempelajari karakter-karakter nabi. Sehingga, mahasiswa baru dan mahasiswa FISHum khususnya bisa menjadi pribadi yang islami, unggul sekaligus mandiri.

“Anda menghadapi era baru. Maka manfaatkan peluang-peluang yang ada. Kami sangat bangga dengan kehadiran mahasiswa baru dan pak erik dan bapak ibu dosen yang memberi motivasi terus menerus,” imbuhnya.

Menjadi Motivator

Menang sebanyaknya. Itulah judul tulisan yang ditulis oleh Erik di salah satu media masa beberapa bulan lalu. Erik menceritakan pengalamannya saat menjadi narasumber di  acara Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur untuk mengisi pembekalan character building untuk kepala SMP negeri di Sangatta.

Waktu itu, Erik mengisi sesinya dengan sebuah permainan yang menampilkan motivasi ‘Menang Sebanyaknya’. Saat itu, salah satu guru menjadi peserta aktif dan Erik menyimpulkan guru ini sebagai seseorang yang memiliki gaya komunikator konkret dan spontan.

Kaprodi Ilmu Komunikasi dan Direktur Kehumasan & Urusan Internasional, Universitas AMIKOM Yogyakarta ini menjelaskan bahwa kemampuan melihat kebenaran dan objektivitas suatu masalah atau perangai orang lain di sekitarnya tidak sebesar tipe melankolis atau kombinasi koleris-melankolis. Sehingga keputusan yang diambilnya masih dipengaruhi unsur subjektivitas.

Tipe koleris-sanguinis ini mudah marah, namun juga cepat memaafkan dan melupakannya. Sehingga makna yang diambil dari permainan ini adalah bagaimana saling bekerja sama, menunjukkan antusiasme dan fokus, serta mau mendengarkan orang lain.