Gandeng-Gendong Tidak Pernah Sepi Pendaftar

Salah satu perwakilan kelompok dari berbagai kecamatan di Yogyakarya mendaftarkan menjadi peserta Gandeng-Gendong. (Foto: Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta- Gandeng-Gendong merupakan salah satu program unggulan pemerintah Kota Yogyakarta. Program ini merupakan salah satu program untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Permasalahan di Kota Yogyakarta ini cukup kompleks, sehingga kami membutuhkan berbagai program yang diharapkan dapat mengatasi masalah sekaligus memberikan layanan terbaik ke masyarakat. Salah satunya adalah Gandeng Gendong untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan serta kemudahan layanan melalui Jogja Smart Service,” ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat menerima tim penilai penghargaan pembangunan daerah 2019 di Yogyakarta, beberapa bulan lalu.

Semenjak diresmikan oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan sebagai OPD yang mengampu aplikasi Nglarisi  tidak pernah sepi dari penyedia  berbagai Kecamatan di wilayah Jogja untuk mendaftarkan menjadi peserta Gandeng-Gendong. Hampir setiap hari selalu ada yang datang untuk mendaftarkan kelompoknya menjadi peserta Gandeng-Gendong.

Program Gandeng Gendong merupakan wujud dari konsep tersebut, yaitu mengajak keterlibatan lima sektor untuk menangani kemiskinan, mulai dari komunitas, kampung, kampus, pihak swasta serta dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

Harapan ke depan,  kegiatan ekonomi di masyarakat bisa berjalan dengan baik dan pada akhirnya bisa menambah pendapatan dan kesejahteraan keluarga guna mengentaskan kemiskinan di Wilayah Yogyakarta.

“Visi Gandeng Gendong, adalah bersama bersatu memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. Sedangkan misinya, menanamkan nilai-nilai etika dan budaya gotong royong, mengembangkan gerakan Gandeng Gendong, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan, khususnya pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan,” papar Staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Retnosari, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi program ini beberapa bulan lalu.

Gandeng-Gendong

Konsep Gandeng Gendong sendiri merupakan penjabaran dari Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Ngayogyaarta), dengan melibatkan unsur 5 K, yaitu, Kampung, Kampus, Pemkot, Korporat, dan Komunitas.

Kampung sebagai basis pelaksanaan dan pengembangan program, dengan dukungan penguatan SDM pelaku UMKM. Kampus, melalui forum LPPM yang dimiliki. Pemkot, sebagai perumus kebijakan, perencanaan Monev, dan pelaksanaan program. Korporasi, dalam penggunaan dan pengembangan produk lokal, promosi, dan fasilitasi (Forum CSR). Komunitas, bentuk konsolidasi inter dan natas komunitas bagi pelaksanaan program sosialisasi.

Sementara itu, Agus Salimi dari Bappeda Kota Yogyakarta, menjelaskan, bahwa berdasarkan pemetaan masing-masing kampung memiliki potensi dan kekuatan masing-masing. Ada yang lebih kuat potensi dalam hal kesenian, ada juga yang kuat dalam bidang kuliner atau masak memasak. Dengan melaksanakan Gandeng Gendong, maka diharapkan percepatan penganggulangan kemiskinan akan tercapai.

“Sebagai contoh Gandeng Gendong di bidang kuliner, bahwa penganggaran dalam pengadaan jasa boga untuk kepentingan SKPD yang ada di Pemkot Yogyakarta bisa mencapai sepuluh milyar lebih dalam setahunnya. Dan mulai tahun ini dalam pengadaannya sudah menerapkan Gandeng Gendong, sehingga dari penyajian menu pun kini semakin beragam,”jelas Agus.