Kulon Progo Raih Penghargaan Natamukti Award 2019

Kabupaten Kulon Progo baru saja meraih Penghargaan Natamukti Award 2019. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Penghargaan Natamukti Award 2019 baru saja diraih oleh Kabupaten Kulon Progo. Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan, menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh Kepala Daerah Kabupaten dan Kota yang telah terpilih untuk menerima penghargaan Natamukti pada tahun 2019, Senin (7/10/2019) di IPB Convention Hotel Kota Bogor Jawa Barat.

Prof. Rully menyampaikan, Penghargaan Natamukti Tahun 2019 ini dinilai jadi momentum yang penting dan strategis, bukan hanya bagi yang ada di pilar pemerintah, namun juga bagi tiga pilar lainnya, yaitu para akademisi, peneliti dan pelaku usaha.

Menurutnya, Keempat pilar tersebut harus bergerak secara simultan dengan visi dan misi yang ditetapkan Bersama. Kolaborasi antar keempat pilar tersebut dapat menghasilkan sinergitas yang lebih besar jika tujuan yang ingin dicapai juga sama. Dan ICSB dapat menjadi motor penggerak dan jembatan/media antar keempat pilar tersebut.

Penghargaan diberikan langsung oleh International Council For Small Business (ICSB) yang merupakan organisasi non-profit dunia. Organisasi ini mempertemukan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi yang berfungsi sebagai motivator penggerak di berbagai sector.

Proses penyerahan penghargaan juga telah melakukan pengkajian dan penilaian pada sektor Usaha Kecil Menengah di seluruh daerah di Indonesia pada tahun 2019. Dari 90 Kabupaten/ Kota yang diusulkan, akhirnya ada 41 Kabupaten dan Kota yang terseleksi  yang telah membuktikan adanya komitmen dan integritas yang tinggi dalam pengembangan  pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, salah satunya Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Kembangkan UMKM

Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo menyampaikan bahwa penghargaan ini memberikan motivasi bagi pemerintah untuk terus mengembangkan UMKM.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga akan memberikan pembinaan-pembinaan lebih lanjut terhadap UMKM.

“Dengan banyaknya UMKM yang sudah masuk ke tomira dan kemudian sekarang produk UMKM bisa masuk di counter di YIA (Yogyakarta International Airport), berarti banyak produk UMKM yang bisa terpasarkan dan ter-publish dengan baik,” jelasnya.

Selama ini penghargaan diberikan kepada Kulon Progo setelah melakukan pembinaan UMKM antara lain dengan adanya Perda penataan toko modern, dan perlindungan pasar rakyat, pasar tradisional, dan beberapa mart (toko modern) sudah diakuisisi oleh Koperasi, dan koperasi itu adalah rakyat, maka kemudian produk UMKM Kabupaten Kulon Progo sudah banyak masuk di mart yang menjadi tomira.

“Penghargaan ini layak diterima oleh Kulon Progo. Kemudian menjadi tantangan bagi kita semua, untuk mengembangkan apa yang sudah kita lakukan ini, yang sudah on the track, tinggal kita kembangkan untuk lebih maksimal lagi, sehingga semakin banyak UMKM yang bisa menelurkan produk yang berkualitas, sehingga bisa masuk pasar yang lebih luas lagi. Ini harapan kami terkait penerimaan penghargaan ini,” jelasnya.