Pasar Sempulur, Pasar Ramah Lingkungan dari Kulon Progo

Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo, meresmikan Pasar Sempulur, Pagerharjo Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo- Pasar merupakan salah satu pusat ekonomi bagi masyarakat. Salah satu pasar yang tidak kalah unik ialah Pasar Sempulur.

Pasar Sempulur salah satu pasar di Pagerharjo Samigaluh, Kulon Progo ini baru saja diresmikan, Sabtu (19/10/2019).

Menurut Kades Pagerharjo, Widayat, menjelaskan bahwa Pasar Sempulur merupakan salah satu pasar yang ramah lingkungan karena bebas plastik dan sampah kertas.

“Untuk bisa memotivasi pada masyarakat untuk bisa menambah pendapatan, disamping itu disini bebas plastik dan kertas sampahnya”. Terangnya.

Menurutnya, keberadaan pasar Sempulur juga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedepannya, pihaknya akan menggandeng Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata sebagai upaya agar masyarakat tertarik untuk mengunjungi pasar ini.

Pasar ini merupakan rintisan dari Yayasan Para Perintis, Samdan Institut dan Kaum Telapak. Tetapi pengelolaanya diserahkan ke Pemerintah Desa Pagerharjo, Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Pagerharjo.

Potensi Pasar

Hadir dalam peresmian kali ini Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo,  Anggota DPRD Kulon Progo, Keksi Wuryaningsih, OPD terkait, Camat beserta Forkopimca Samigaluh, Kepala SMA/SMP se-Samigaluh, Kades Pagerharjo, Widayat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna dan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Pagerharjo.

Sutedjo mengapresiasi pasar Sempulur ini, karena mengedepankan konsep edukasi cinta desa dan cinta alam, mengutamakan kuliner tradisional, tidak menggunakan plastik dan kertas. Harapannya adalah supaya bisa berkembang ke pasar lainnya.

“Konsep pasar edukasi dapat berjalan dengan baik dan mampu mengedukasi masyarakat kita untuk mencintai alam,” tegasnya.

Selain itu, agar pasar ini bisa berkesinambungan, diperlukan gotong royong, kekompakan dan keguyup rukunan dari masyarakat sekitar.

“Semua yang terlibat di dalam kegiatan pasar Sempulur ini jaga kekompakan, persatuan dan keguyub rukunan supaya pasar Sempulur ini betul-betul bisa berlanjut sampai kapan pun”, tambahnya.

Ketua Pokdarwis, Setiyoko menambahkan penggunaan plastik saat ini sudah sangat memprhatinkan dan tidak terkendali, sehingga perlu sosialisasi kepada masyarakat bahwa tanpa plastik pun bisa tetap beraktifitas di pasar. Diharapkan mereka sadar bahwa mengurangi plastik , maka lingkungan akan  terihat asri.

“Mengedukasi pembeli dan pedagang untuk bebas plastik” tegasnya.