Tri Kirana Muslidatun: Jogja D’Fest Tingkatkan Daya Saing UMKM

Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun menghadiri acara pembukaan Jogja D’Fest Rabu (2/10) sore. (Foto: Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta- Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun ungkapkan bahwa Jogja D’Fest menjadi acara untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri acara pembukaan Jogja D’Fest pada Rabu (2/10) sore. Selain tingkatkan daya saing UMKM, Jogja D’Fest juga meningkatkan serta anggota Dekranasda Kota Yogyakarta.

“Tujuan kegiatan kita pertama adalah untuk meningkatkan daya saing UMKM dan member Dekranasda Kota Yogyakarta yang kebetulan kami promosikan produk milik UMKM dan member Dekranasda Kota Yogyakarya melalui festival dan pameran ini serta meningkatkan kualitas produk UMKM terutama member dari Dekranasda Yogyakarta” ungkap Tri Kirana.

Jogjakarta Dekranas Festival yang ke-13 kembali dilaksanakan dengan nama barunya yaitu Jogja D’Fest. Acara ini diikuti oleh 32 peserta pameran dari berbagai pengrajin.

Jogja D’Fest ini adalah salah satu kegiatan promosi yang dilaksanakan oleh Dekranasda Kota Yogyakarta dimana kegiatan pameran promosi ini merupakan bagian dari program kegiatan UMKM khususnya pameran Dekranasda dalam rangka ulang tahun Kota Yogyakarta ke-263 tahun.

Jogja D’Fest

Jogja D’Fest pada tahun ini dilaksanakan pada hari Rabu-Minggu, 2-6 Oktober 2019 bertempat di Atrium Malioboro Mall. Acara yang dibuka dengan rangkaian fashion show dan menampilkan aneka kerajinan, setiap harinya akan banyak rangkaian acara berupa: pameran kuliner kekinian, workshop, hiburan, serta kegiatan pendukung lainnya untuk memeriahkan festival ini.

Walikota Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang ikut hadir pada acara pembukaan Jogja D’Fest mengingatkan kembali momentum Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober ini dengan harapan bahwa kegiatan Jogja D’Fest ini bisa menjadi acara rutin untuk memperingati hari Batik Nasional dengan tujuan agar batik tetap bisa terlestarikan.

“Harapan saya pada tanggal 2 Oktober kususnya para warga kota Yogyakarta khususnya dari Dekranas tolong kalo bisa tanggal ini secara rutin diperingati dengan Jogja D’Fest seperti ini. Mengapa diingatkan kembali, karena kalau tidak diingatkan batik ini di Jogja bisa di hapus dari kekayaan intelektual dari PPB atau UNESCO” ucap Haryadi.

Walikota Kota Yogyakarta berharap bahwa pada Jogja D’Fest tahun ini bisa dapat meningkat omsetnya dibanding ditahun-tahun sebelumnya.

“Harapan saya keberadaan perbankan juga bpjs akan terus senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas produk usaha mikro kecil dan menengah ini sehingga bisa meningkatkan angka omset menjadi lebih tinggi dari tahun sebelumnya” ungkapnya.