Kulon Progo Sentra Hortikultura, Pemkab Kulon Progo Lakukan MoU dengan Direktorat Jendral Hortikultura

Acara MoU Pemkab Kulon Progo dengan Direktorat Jendral Hortikultura RI (Foto: Dinas Pertanian Kulon Progo)

PANJATAN, Kulon Progo — Pada Rabu, (18/12/2019),  Direktorat Jendral Hortikultura Kementerian Pertanian RI melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman/kerjasama dengan Pemkab Kulon Progo dalam hal ini Dinas Pertanian Kulon Progo, terkait dengan program pengembangan kawasan hortikultura berdaya saing 2020.  Penandatanganan MoU dilaksanakan di Kelompok Tani (KT) Jangkang Wetan, Dukuh 2 Garongan, Kecamatan Panjatan.

Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Kulon Progo, Dirjen perbenihan kementan RI, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, BPTP DIY beserta staf dinas pertanian dan mitra perbankan diantara nya Bank BRI, Bank BPD DIY, Bank Pasar Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo mengungkapkan, kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan kawasan hortikultura, meningkatkan produksi dan mutu produk hortikultura dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo dan mendukung pengembangan hortikultura nasional.

“Kita memiliki potensi maju, produksi cabai di Kulon Progo mampu menjadi penyangga dari produksi nasional, kami terus dorong petani, agar produksi cabai dapat dipertahankan. Semangat petani sangat luar biasa, maka dari itu pemerintah daerah terus membantu akses  jalan produksi di lahan pertanian cabai,” jelasnya.

Selain itu, fasilitas dari pemerintah tahun ini yang sudah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktifitas cabai antara lain saprodi benih, pupuk, pembangunan jalan produksi hortikultura di beberapa titik, pembangunan jaringan irigasi perpompaan dan jaringan irigasi air tanah dangkal, pembangunan bangsal pasca panen cabai dan kelengkapan  pasar lelang cabai serta peralatan untuk pengolahan cabai.

Bupati kulon progo menekankan kepada masyarakat tani untuk selalu menanamkan jiwa dan semangat bela beli Kulon Progo dengan harapan dapat menyadi masyarakat yang mandiri,  produktif bukan masyarakat konsumtif.

Iso nandur ngopo tuku,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada beberapa  kelompok  tani diantaranya bantuan bibit cabai, peralatan pasca panen dan pompa air.

Kulon Progo Sentra Hortikultura

Direktur Perbenihan Hortikultura, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Sukarman, M.S mengatakan,  Kulon Progo merupakan salah satu sentra untuk tanaman hortikultura dan menjadi andalan kami untuk tanaman cabai. Diharapkan dengan adanya MoU terhadap perkembangan hortikultura di Kulon Progo dapat diwujudkan, sehingga dapat mencapai program dari Ditjen Hortikultura.

“Dengan begitu, program dari pusat bisa berjalan lancar, efektif dan efisien terutama dalam mencapai target peningkatan produksi, mutu dan daya saing hortikultura, selanjutnya pelibatan kepala daerah dalam pengembangan hortikultura dinilai penting agar program yang dibiayai melalui APBN bisa didukung oleh instansi terkait di lingkup pemerintah daerah setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut Sukarman, mengatakan untuk sekarang ini Ditjen Hortikultura tidak akan mengalokasikan anggaran ke Kabupaten kalau tidak ada kesedian dari Pemda untuk mendukung program terkait. Ditjen Hortikultura saat ini sedang menyelesaikan grand desain pengembangan holtikultura pada 2020 – 2024, dengan salah satu program gedor holtikultura, yaitu gerakan mendorong produksi dan daya saing ramah lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo beserta masyarakat petani khususnya mempunyai tugas untuk menyiapkan sumber daya alam maupun manusia agar program-program pengembangan kawasan hortikultura di Kabupaten Kulon Progo bisa berjalan lancar sukses sesuai  yang diharapkan.