Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Sleman Cenderung Stabil

Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang natal dan tahun baru (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman — Peringatan natal dan tahun baru 2020 tinggal menghiting hari, untuk menjaga stabilnya harga bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pantauan harga sembako di sejumlah pasar pada Kamis (12/12/ 2019).

Hadir pula Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman, Emmy Retnosasi, beserta jajarannya dan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Arif Pramana. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta atau TPID DIY merupakan tim yang terbentuk atas dasar Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 13/TIM/2019 tentang Pembentukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. TPID DIY terdiri dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten atau Kota.

Harga Cenderung Stabil

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Haris Martapa, menyebutkan bahwa kegiatan pemantauan harga menyasar pasar tradisional maupun modern. Ada tiga pasar yang dikunjungi pada kesempatan tersebut, di antaranya Pasar Pakem, Lotte Mart, dan Indogrosir.

“Persediaan bahan pokok di Kabupaten Sleman dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tutup tahun 2019 nanti. Harga-harga juga cenderung stabil. Cabai mengalami kenaikan 10 persen, yakni dari harga Rp 28 ribu per kilo menjadi Rp 30.500. Kemudian daging sapi super dari harga Rp 120 ribu menjadi Rp 140 ribu. Selebihnya harga tetap stabil,” tuturnya

Menurut Tri Saktiana, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, tidak ada perbedaan yang signifikan antara harga saat ini dengan beberapa bulan sebelumnya.

“Ada perbedaan beberapa harga sembako antara pasar tradisional dan pasar modern. Ini bisa kita pahami memang bisnis utama di pasar modern bukan panganan segar seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman Pemkab Sleman.

Ia mengungkapkan bahwa persediaan beras saat ini masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan. Ketersediaan beras di antaranya didukung oleh BULOG sebanyak 40 ribu ton.