Sinergitas 7 BUMN, Sarana Air Bersih Kecamatan Gedangsari Gunungkidul Diresmikan

Pemberian bantuan secara simbolis pembangunan sarana air bersih di Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul (Foto: PT KAI)

MONGKRONG, Sampang — Pada Senin (9/12/2019), dilaksanakan peresmian pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor oleh Bupati Gunungkidul yang diwakili Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Asman Latief. Pembangunan sarana air bersih bagi warga masyarakat khususnya di Dusun Mongkrong, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, merupakan wujud sinergi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dengan enam BUMN.

Sinergi BUMN tersebut dilakukan untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi masyarakat dan lingkungan. Acara peresmian juga dihadiri perwakilan dari 7 BUMN, Camat Ngawen, Kepala Desa Sampang dan Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan (Forkopimca).

“Terima kasih atas bantuan Sinergitas 7 BUMN yang telah membangun sumur bor dan pipanisasi hingga ke sambungan rumah (SR). Hal ini menjadi solusi yang sebenarnya dalam mengatasi masalah pemenuhan air bersih,” papar Asman.

Manager PT KAI, Agus Setiyono, mewakili 7 BUMN yang terdiri dari: PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT  Taman Wisata Candi (PT TWC), PT PLN, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Perumnas, Angkasa Pura 1 (AP 1), dan PT Reasuransi Indonesia Utama (PT RIU), berharap, pembangunan sarana air bersih menjadi langkah awal dalam mengatasi masalah kekeringan. Program ini akan terus berkelanjutan untuk daerah-daerah lain pada tahun-tahun mendatang.

Acara peresmian bantuan sarana air bersih kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti.

Sinergitas 7 BUMN

Sinergitas 7 BUMN dimulai dengan kegiatan groundbreaking (peletakan batu pertama) melalui Corporate Social Responsibility (CSR) serta menyerahkan bantuan senilai Rp 350 Juta untuk pembuatan sumur bor dan saluran jaringan air bersih ke rumah warga pada Kamis (24/10/19).

Vice President CSR PT KAI, Agus Supriyono menyampaikan, bantuan sarana air bersih diawali dengan melakukan kerja sama dengan kontraktor dan tim geologi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) untuk mencari sumber mata air. Harapannya mata air yang akan dibor ini dapat mensuplai 200 kepala keluarga di Desa Sampang. Ia menambahkan dengan pembuatan sumur bor dan saluran air dapat menjadi solusi air bersih masyarakat setempat saat musim kemarau.

“PT KAI bersama dengan ke-6 BUMN berupaya untuk membantu masyarakat melalui bantuan air bersih supaya dapat memenuhi kebutuhan pokok, yaitu air bersih, mengingat pentingnya kebutuhan air bagi masyarakat di Desa Sampang,” utasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sampang, Suharman, berterima kasih atas bantuan yang diberikan untuk masyarakat. Air dari sumur bor nantinya akan disimpan di tangki penampungan air untuk disalurkan ke seluruh masyarakat.

“Saya sangat senang. Biasanya kami hanya mandi sehari sekali dengan seember air, saya berharap dengan bantuan ini dapat untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat setiap harinya,” ungkapnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan uang sebesar Rp350 juta yang secara simbolis diterima oleh Kepala Desa Suharman.

Pada kesempatan tersebut dilakukan juga penyaluran tujuh tangki air bersih dilanjutkan dengan groundbreaking. Diharapkan dengan adanya bantuan sarana air bersih, nantinya dapat mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat yang saat ini dilanda kekeringan, terutama pada musim kemarau yang berkepanjangan.