Sertifikasi Pelatihan dan Uji Kompetensi sebagai Peran Koperasi UKM di Industri 4.0

Penyerahan sertifikat pelatihan dan uji kompetensi bertempat di Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo (Foto: Dinas Koperasi Kulon Progo)

Kulon Progo — Pada Jumat (06/12/2019), bertempat di ruang rapat Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo, telah dilangsungkan acara  Penyerahan Sertifikat Pelatihan Dan Uji Kompetensi SDM KUKM melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Ritel Koperasi dan UKM di Kabubaten Kulon Progo tahun 2019.

Pelatihan dilaksanakan pada tanggal  23-26 April 2019, dengan peserta dari Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Sleman. Fokus pelatihan adalah pada peningkatan Keterampilan dan Pelayanan Pramuniaga atau karyawan koperasi pengelola Tomira maupun toko retail di Kabupaten Kulon Progo.

Peserta pelatihan berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 20 peserta dari Kolon Progo (17 Koperasi Pengelola Tomira) dan 3 Koperasi sektor riil yang mempunyai usaha pertokoan, yaitu Koperasi Sido Subur, Koperasi Bina Sejahtera, dan Koperasi Al Amin. Selain dari Kulon Progo, terdapat 6 peserta dari Bantul dan 4 peserta  dari Sleman.

Adanya sertifikasi ini diharapkan pengelolaan Tomira dan toko retail modern di Kulon Progo, terutama pengelolaan produk lokal akan lebih baik lagi sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan retail modern.

Peran Koperasi UKM

Acara penyerahan sertifikat pelatihan diawali oleh sambutan dari Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo, Sri Harmintarti. Ia mengimbau agar koperasi UMKM lebih dinamis, inovatif, dan revolusioner menghadapi industri 4.0.

“Dalam rangka meningkatkan daya saing produk lokal Kulon Progo dan menghadapi Revolusi Industri 4.0, maka koperasi UMKM dituntut untuk lebih dinamis, inovatif, dan revolusioner, sehingga tidak terlibas dengan kondisi yang semakin kompleks dan rumit ini,” ungkapnya, dikutip dari laman Dinas Koperasi Kulon Progo.

Dirinya juga menambahkan bahwa Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo menyadari bahwa kondisi Koperasi dan UMKM saat ini perlu ditingkatkan, baik dari sisi kelembagaan, produksi, dan pemasaran serta dalam manajemen dikarenakan masih kurangnya pemahaman dalam implementasi beberapa hal tersebut.

Kondisi tersebut menuntut Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo untuk mengembangkan koperasi dan UMKM lebih optimal, sehingga kami berupaya untuk selalu bersama-sama bersinergi dengan pihak lain salah satunya adalah dengan Kementerian Koperasi UKM RI.

Dalam acara ini turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo yang diwakili oleh Edi Priyono. Dirinya menuturkan, perkembangan koperasi dan UMKM memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan Koperasi dan UMKM yang telah mencerminkan wujud nyata kehidupan sosial dan ekonomi di masyarakat dan memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta secara langsung maupun tidak langsung berdampak signifikan terhadap penganggulangan kemiskinan.

“Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berupaya secara masif untuk mengatasi hal tersebut dengan berbagai program yang telah dilaksanakan, dengan salah satunya melalui pengembangan koperasi dan UMKM yang merupakan ujung tombak kkonomi kerakyatan,” jelasnya.

Ir. Bambang Tribudi Harsono, MM selaku ASDA II Bidang Pembangunan, Perekonomian dan SDA Kabupaten Kulon Progo turut hadir dengan memberikan pengarahan bahwa bagi peserta pelatihan terkait dengan, ketrampilan, pengetahuan, serta dalam bidangnya mampu menggerakkan bidang usaha dari Koperasi untuk mendukung pengelolaan Tomira maupun toko yang dimiliknya, terutama dalam pengelolaan produk lokal Kulon Progo.

“Mari kita sama-sama membangun Koperasi Kulon Progo yang pada akhirnya nanti dapat membangun ekonomi Kabupaten Kulon Progo,” ungkapnya.