Warga Dusun Siyono Wetan Antusias Belajar Gamelan

Warga Dusun Siyono saat berlatih gamelan karawitan (Foto: Desa Logandeng)

SIYONO, Logandeng — Gamelan Jawa merupakan seperangkat alat musik yang menjadi salah satu objek penting dalam lingkup pembicaraan musik di antara ribuan alat musik lain yang terdapat di dunia. Hal ini sangat memprihatinkan ketika banyak warga luar negeri yang lebih tertarik dengan gamelan.

Melihat  fenomena tersebut, warga Dusun Siyono Wetan terpanggil untuk tetap mempertahan warisan budaya, salah satunya yaitu kesenian gamelan karawitan. Mereka melakukan latihan rutin di rumah Bapak Suadmadi. Agenda latihan dilakukan setiap seminggu sekali, tepatnya setiap Minggu dimulai jam 1 siang hingga 3 sore. Namun sayangnya, sebagian besar peserta yang latihan adalah dari kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu, sementara untuk remaja dan muda-mudi belum ada.

Gamelan Masih Meminjam

Awal inisiatif diadakannya karawitan di Dusun Siyono Wetan pada tahun 2014, bertepatan ketika Dusun Siyono Wetan menjadi tuan rumah kegiatan rasul mewakili lima padukuhan sektor selatan di Desa Logandeng.

Dalam acara rasul yang diadakan di dusun tersebut, diadakan pula pentas ketoprak. Dalam pagelaran ketoprak dan wayang dibutuhkan alat gamelan. Pada saat itu di Dusun Siyono Wetan belum memiliki alat sendiri, untuk itu tokoh masyarakat Dusun Siyono Wetan berinisiatif untuk meminjam gamelan milik Ibu Partini, salah satu warga Desa Logandeng.

Pada perjalanannya, ternyata antusias warga Dusun Siyono Wetan sangat bagus. Melihat adanya potensi budaya karawitan di Dusun Siyono Wetan, maka Ibu dukuh bersama dengan tokoh masyarakat mempunyai ide untuk membangun dan mempertahankan kesenian karawitan tersebut. Maka diadakan rapat untuk membahas pengadaan gamelan, maka disepakati membuat Koperasi Wargo Rukun. Koperasi Wargo Rukun dapat berjalan karena partisipasi dari warga untuk menabung di koperasi tersebut. Selain itu, ada beberapa warga dengan ikhlas dan  suka rela menyumbangkan dana untuk koperasi. Setelah koperasi berkembang, akhirnya pembelian gamelan dapat terwujud.

Saat ini, gamelan dikelola oleh Koperasi Wargo Rukun. Peserta latihan gamelan tidak dipungut biaya untuk latihan, baik untuk perawatan gamelan atau untuk bayar pelatih semua ditanggung koperasi. Warga hanya diminta untuk menabung semampunya di Koperasi Wargo Rukun dan tabungan tersebut menjadi milik warga dan dapat diambil.

Dengan adanya Koperasi Wargo Rukun yang dikelola oleh warga masyarakat sendiri, hal ini sangatlah membantu warga. Warga masyarakat menjadi lebih giat untuk latihan gamelan karawitan. Di tahun-tahun berikutnya, setiap acara budaya di Dusun Siyono Wetan dapat menampilkan grup gamelan karawitan seperti lomba pengagungan, rasulan, dan lain sebagainya.

Sampai saat ini, alat gamelan di Dusun Siyono Wetan sebenarnya membutuhkan pembaruan. Harapan ke depan generasi muda dapat melanjutkan, mempertahankan, dan mengembangkan sehingga dapat mementaskan kesenian gamelan karawitan tersebut di semua kegiatan budaya, baik tingkat desa ,daerah maupun tingkat nasional.

Agenda seperti ini bertujuan agar seni gamelan karawitan tidak luntur dan punah seiring perkembangan teknologi dan masuknya budaya dari luar, karena kekayaan negara Indonesia selain dari sumber daya alam juga dari kultur dan budaya.