13 Tahun Berdiri, Pecel Lele Barokah Jual 300 Porsi Tiap Hari

Warung Makan Pecel Lele Barokah milik Bu Pujiati. (Foto: Fery Harmas)

Ngebel – Indonesia dikenal sejak lama sebagai negara agraris, negara yang memiliki mata pencaharian paling banyak di bidang pertanian dan semacamnya. Saat ini pun masih sangat banyak masyarakat Indonesia yang mahir bertani dan memanfaatkan tanah suburnya. Namun terlepas dari kemahiran yang umum dikenal dan tersedianya lahan yang subur, tidak memastikan semua masyarakat gemar di bidang tersebut.

Panggil saja Pujiati, seorang ibu beranak dua yang hampir 13 tahun bersama suami dan saudaranya menjalankan bisnis kuliner. Kuliner yang sudah menjamur di tengah masyarakat Indonesia. Warung makan pecelan khas Lamongan, hampir di setiap sudut kota di Indonesia tentu keberadaannya tidak asing lagi. Berawal dari ketidakmampuaannya dalam bidang bertani, Pujiati dengan suaminya mencari kesibukan dan akhirnya memilih merintis dibidang kuliner, warung makan pecelan khas Lamongan.

Warung Makan Pecel Lele Barokah Khas Lamongan, begitu namanya yang dikenal. Dan sepertinya memang diberkahi sesuai namanya. Kurang lebih 100 porsi di kala sepi, warung yang diwarnai oleh canda tawa anak-anak Pujiati menggaet pelanggannya tiap hari. Sedang saat ramai pelanggan warung pecel ini mencapai 200 hingga 300 porsi.

Nominal demikian tidak lain dan tidak bukan adalah hasil kerja keras Pujiati dan suami, serta saudara yang membantu di dapur selama hampir 13 tahun. “Awal merintis, satu hingga sepuluh porsi adalah sesuatu yang sangat didambakan tiap harinya,” ungkap Pujiati ketika ditemui di warung sederhananya.

Tambah Nasi dan Sambal Sepuasnya

Buat Anda yang suka menambah porsi baik sekadar nasi maupun sambal di sebuah warung pecel lele, tidak salah jika Anda harus mencoba mengunjungi dan merasakan nikmatnya makanan warung pecel milik Pujiati yang mengutamakan pelayanan ekstra dan kepuasan para pelanggannya. Selain itu, jika ingin menambah nasi dan sambal, tambahan itu dihitung gratis.

Di warung ini pun, pelanggan akan menjumpai kemudahan dalam berkomplain. Pujiati dan keluarga memang terbuka dalam hal tersebut, bahkan ia menambahkan bahwa warungnya diperuntukkan seperti halnya warung prasmanan dan rumah sendiri bagi para pelanggan. “Kalau bukan karena para pelanggan yang puas, maka tentu warungnya tidak sampai bertahan hingga saat ini,” tambahnya dengan senyum sumringah di wajahnya.

Bertempat di barat asrama putri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjadikan pilihan menarik bagi anda mahasiswa yang ingin memanjakan lidah dengan sajian di warung Pecel Lele Barokah milik Bu Pujiati.

Add Comment