Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Panen Varietas Inpari IR Nutri Zinc ‘Padi Pencegah Stunting’

Panen padi Inbrida IR Nutri zinc di BPP Kalibawang (Foto: Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo)

KALIBAWANG, Kulon Progo — Panen Padi Inbrida IR Nutri zinc dilaksanakan pada Selasa (31/12/2019), dilaksanakan di lahan persawahan Balai Penyuluh Pertanian Kalibawang yang bertempat di Dusun Ngrajun, Banjarharjo, Kalibawang.

Panen Padi Inbrida IR Nutri zinc dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Kepala Balai Besar Padi Sukamandi Jawa Barat, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Camat Kalibawang, DPRD Kulon Progo, Kodim 0731 Kulon Progo, Kepala BPTP DIY, Forkompincam, Kepala Puskesmas Kalibawang, Kepala Desa Banjarharjo, Perwakilan dari Gapoktan Kalibawang,Koordinator BPP Kalibawang, Babinkamtibmas Banjarharjo, Perwakilan dari 12 BPP se-Kulon Progo dan Perwakilan dari petani setempat.

Varietas Inbrida IR Nutri zinc ini dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta pada lahan seluas 4.000 meter persegi.

Tanaman Padi Inpari IR Nutri Zinc yang ditanam pada lahan demplot BPP Kalibawang ini dikawal ketat oleh Peneliti BPTP Yogyakarta. Sistem tanam yang digunakan adalah Jajar Legowo 2:1 dengan perlakuan tanaman dipupuk organik dua ton per hektare, dipupuk Ponska 300 kg/hektare, dan dipupuk urea 200 kg/hektare.

Dalam mengantisipasi gangguan hama tikus sawah, dilakukan pemasangan linear trap barrier System (LTBS) sebagai salah satu teknologi pengendalian hama tikus sawah. Hasil panen nanti akan djkembangkan ke gabungan kelompok tani yang menyuplai beras untuk bantuan pangan non-tunai (BPNT). Selanjutnya kedepan hasil panen bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan didistribusikan ke kepala keluarga (KK) yang ada ibu hamil atau balita yang rentan tumbuh kerdil.

Inpari IR Nutri Zinc

Inpari IR Nutri Zinc merupakan varietas padi baru yang mempunyai kandungan zinc 34,51 ppm. Kandungan zinc 34,51 ppm bisa digunakan sebagai salah satu upaya mengatasi kekerdilan atau stunting. BPTP Yogyakarta sebagai lembaga riset Kementan memberikan dukungan teknologi budi daya Padi Inpari IR Nutri Zinc dimana beras hasil panennya mempunyai kandungan zinc 34,51 ppm, nyata lebih tinggi dibandingkan kandungan zinc beras pada umumnya.

Padi Inpari IR Nutri Zinc dikenalkan ke masyarakat pada tahun 2018 merupakan hasil kolaborasi Badan Litbang Pertanian dengan IRRI (International Rice Research Institute) dan Harvest Plus Project.

Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memeiliki kandungan 24.06 ppm.

Hasil uji  rata-rata Inpari IR Nutri Zinc di 16 lokasi sebesar 29,54 ppm.  Angka ini adalah rata-rata 6 ppm, atau sekitar 25%, lebih tinggi daripada varietas popular yang ada. Selain kandungan Zn nya yang tinggi, Inpari IR Nutri Zinc memiliki sifat hasil tinggi (potensi 9,8 t/ha), umur genjah (115 hari setelah semai), agak tahan wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, agak tahan hawar daun bakteri starain III, agak tahan tungro isolat Garut dan Purwakarta, serta tahan blas strain 033, 073, dan 133.

Rasa nasi dari padi Inpari IR Nutri Zinc tergolong pulen dengan bentuk ramping dan pengapuran yang rendah. Tanamannya memiliki bentuk yang relatif tegak dengan posisi malai di tengah daun bendera, sehingga lebih terlindung dari serangan burung.

Dengan sifat-sifat tersebut, diharapkan varietas Inpari IR Nutri Zinc ini dapat diterima oleh petani, konsumen, dan juga pedagang, serta pada gilirannya dapat berperan untuk mengurangi stunting dan prevalensi kekurangan gizi Zn di Indonesia dan menjadi bahan makanan dengan keunggulan gizi Zn yang tinggi untuk masyarakat Indonesia pada umumnya.