FKIM Sembada Bentuk Koperasi, Guna Memperkokoh Perekonomian Rakyat

FKIM Kabupaten Sleman saat rapat koordinasi di Waroeng Belik (Foto: MC Sleman)

SARDONOHARJO, Sleman — Rapat Koordinasi (Rakor) perdana tahun 2020 dilakukan Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Kabupaten Sleman guna membahas program kerja satu tahun ke depan. Acara yang digelar di Waroeng Belik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman ini dihadiri oleh 18 orang pengurus yang merupakan pegiat informasi dari 17 kecamatan, Sabtu (11/1/2020).

Kegiatan rakor dipimpin oleh Ketua FKIM Sembada, H. Suripto, serta dipandu oleh Sekretaris, Adnan Iman Nurtjahjo.

Pada kesempatan tersebut, membicarakan mengenai pembentukan koperasi, audiensi dengan Bupati Sleman, beberapa instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa, serta pengadaan kantor sekretariat guna menunjang kegiatan diseminasi informasi, pun kegiatan di bidang perekonomian.

Sesuai dengan hasil musyawarah mufakat pengurus ditetapkan kepengurusan Koperasi FKIM Sembada periode 2020-2024 sebagai berikut : Ketua I (Agus Prasetyo), Ketua II (Umarjaka), Sekretaris I (Lena Lailasari Girsang), Sekretaris II (Asmarani Fauziah), Bendahara I (Dewi Sulastri), dan Bendahara II (Upik Wahyuni).

Ketua FKIM Sembada, H. Suripto, dihadapan peserta rakor mengungkapkan, perlunya membentuk badan usaha guna kelangsungan organisasi.

“Kita perlu membentuk sebuah badan usaha guna kelangsungan organisasi Kelompok Informasi Masyarakat, bentuk yang cocok adalah koperasi. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari koperasi yang akan kita bentuk, yakni meningkatkan kesejahteraan anggota dan kemakmuran masyarakat, bukan mengejar keuntungan pribadi, menyediakan kebutuhan para anggota, serta mempermudah para anggota untuk memperoleh modal usaha,” ungkapnya.

Memperkokoh Perekonomian Rakyat

Ketua KIM Kertomandiri, H. Suharno, mengungkapkan bahwa, koperasi merupakan dasar untuk memperkokoh perekonomian rakyat.

Menurut pengalamannya dalam membentuk Koperasi Kertomandiri di Kecamatan Turi, bentuk koperasi yang paling mudah dijalankan adalah usaha simpan pinjam karena persyaratan yang harus dipenuhi lebih mudah.

“Jika kita langsung membentuk koperasi usaha perdagangan sembako, harus tersedia gudang untuk menyimpan sembako. Lebih baik mengawali usaha koperasi dengan simpan pinjam terlebih dulu. Jika berjalan dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para anggota, bisa dikembangkan untuk usaha produktif lain,” pungkasnya.