Jenang Bu Jum Pasar Kranggan, Laku 150 Porsi Tiap Hari

Jenang Bu Jum yang belokasi di Pasar Kranggan (Foto: Pemkot Jogja)

PASAR KRANGGAN, Yogya — Yogya merupakan salah satu tempat destinasi wisata yang sangat populer di Indonesia. Salah satunya adalah wisata kuliner. Bicara kuliner, Yogya seakan tak ada habisnya. Dari mulai makanan pokok hingga camilan yang unik dan melegenda ada di Yogya. Bahkan karena kelezatannya menjadi menu favorit para tokoh di Indonesia. Apalagi sekarang ini di era teknologi serba canggih, ketika suatu postingan muncul di sosial media, dipastikan langsung hits.

Salah satunya adalah bubur atau jenang. Sudah banyak penjual jenang di Yogya yang menjadi incaran para pembeli. Jika ingin mencicipi jenang-jenang ini datanglah lebih awal karena harus ‘berjuang’ dengan antrian yang panjang. Salah satunya adalah jenang milik Bu Jum yang berada di Pasar Kranggan. Bu Jum berjualan di pasar yang lokasinya berdekatan dengan Tugu Jogja, dagangannya selalu ramai dengan pembeli.

Ada delapan macam jenang yang dijual Bu Jum yakni sumsum, mutiara, ketan hitam, pati Garut, ngangkrang, ubi rambat rasa jahe, kacang hijau dan sebagainya. Aneka jenang ini dijual seharga Rp 4 ribu untuk satu gelas plastik besar. Pembeli bebas memilih hendak mencampur berapa jenis jenang bahkan delapan macam pun boleh.

Bu Jum mengungkapkan, awalnya ia berjualan bubur sumsum dan mutiara secara keliling dan kemudian menetap di Pasar Kranggan.

“Sudah7-8 tahun berjualan jenang ini di Pasar Kranggan. Setiap hari mulai jam 7 sampai habis. Kalau laris jam 11 sudah habis tetapi hari biasa jam 1 siang sudah tutup,” katanya.

150 Porsi Tiap Hari

Dalam satu hari Bu Jum mampu menjual jenang hingga 150 porsi. Ia dibantu anaknya dalam memasak aneka jenang lezat ini. Awal mula berjualan aneka jenang, Bu Jum hanya coba-coba resep, kemudian menemukan takaran yang pas untuk sejumlah jenang. Ia pun terus berkreasi dengan bahan baru untuk membuat jenang.

“Ada jenang wortel campur jagung muda juga banyak disukai oleh pembeli,” ungkapnya.

Ia selalu menanyakan kepada pembeli yang datang, jenis jenang apa saja yang diinginkan. Hal itu dilakukannya, karena antriannya cukup panjang sehingga pembeli harus cepat menyebutkan jenang apa saja yang dicampur. Soal rasa, tak perlu ditanyakan lagi, kalau kata anak-anak milenial rasanya ‘juwara’. Aneka jenang yang gurih manis ditambah guyuran santan kental sangat pas.

Satu porsi jenang, sudah cukup membuat perut kenyang. Tak heran, banyak yang suka dengan makanan ini, sehingga banyak orang ingin mencobanya. Agar tidak kehabisan, silakan datang ke Pasar Kranggan pada pagi hari.