Kegiatan Kerja Bareng PKG PAUD dan Penerapan Sistem Among

Kegiatan kerja bareng PKG PAUD tingkat nasional tahun 2020 (Foto: MC Sleman)

Sleman — Pengurus Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah kegiatan kerja bareng PKG PAUD tingkat nasional tahun 2020 yang diselenggarakan di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY, pada Sabtu, (04/01/2020).

Kegiatan yang mengusung tema memantapkan peran PKG PAUD dalam penguatan pendidikan karakter ini dibuka oleh Kepala Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat DIY, Eko Sumardi.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Kepala LPMP DIY, Minhajul Ngabidin, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Wantini, serta Pembina Forum PKG PAUD Nasional, Nurudin.

Menurut Ketua Panitia kegiatan, Yayi Tresnatri, peserta kerja bareng kali ini berjumlah 320 orang yang berasal dari DKI Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Bojonegoro, Banyumas, Surabaya, Bekasi, Depok, Cilegon, Tangerang, Karawang, Semarang, Kutai Timur, Sumbawa, Subang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Rokan Hulu Riau, Purwakarta, Purbalingga, Malang, Palembang, Pati, Sumatera Selatan, Tegal, Luwu, Bengkulu, serta Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Wantini,  menuturkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan salah satu program pemerintah yang menaruh perhatian besar terhadap anak-anak usia pra sekolah yang menempuh pendidikan di lembaga formal maupun non formal.

“PKG merupakan salah satu wadah pembinaan profesional guru pendidikan anak usia dini. Saat ini memang kita tidak bisa tinggal diam dengan predikat guru yang melekat pada diri kita yang harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Apabila hal ini tidak dilakukan, kita akan ketinggalan apalagi di era milenial yang menuntut update pengetahuan dan keterampilan kita,” tuturnya.

Sistem Among

Kepala Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat DIY, Eko Sumardi, selaku narasumber pertama dalam acara tersebut,  membahas tentang ‘Merdeka Belajar’ atau Sistem Among yang menitikberatkan pada potensi dan bakat peserta didik karena mereka memiliki potensinya masing-masing.

“Manusia adalah makhluk yang memiliki daya jiwa yaitu cipta, karya, dan karsa, sedangkan guru adalah kunci berkembangnya peserta didik, untuk itu anak-anak diberi kebebasan agar bisa berkembang dan menemukan pengalamannya sendiri,” tegasnya.

Eko berpesan kepada seluruh peserta, guna mewujudkan arah kompetensi pendidikan generasi emas 2045, guru harus melakukan perubahan paradigma pendidik.

“Sebagai pendidik harus meminimalkan peran sebagai learning material provider, selanjutnya berperan sebagai fasilitator, tutor, penginspirasi dan pembelajar sejati yang memotivasi peserta didik untuk “merdeka belajar” serta menjadi inspirator bagi tumbuhnya kreatifitas peserta didik,” pesannya.

Pembina Forum PKG PAUD Nasional, Nurudin, membahas tentang pedoman terkini penyelenggaraan pusat kegiatan gugus PAUD yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.

Menurutnya, PAUD berkembang dalam berbagai bentuk satuan seperti Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan sejenisnya hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD.

“Peningkatan jumlah layanan satuan PAUD akan diikuti dengan penambahan kebutuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan, tidak hanya terkait dengan peningkatan kuantitas tetapi juga kualitas satuan PAUD melalui pusat kegiatan gugus pendidikan anak usia dini dan gugus. Hal mendesak yang perlu dibenahi untuk tewujudnya PAUD berkualitas adalah peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan, yang harus memiliki kapasitas melayani perbedaan individual anak usia dini sesuai kondisi anak. Karenanya, butuh penguatan kapasitas layanan PAUD, terutama pada kualitas pendidik,” pungkasnya.