Kuliner Malam Bersama Bakmi “Shi Bhi Su”

Bakmi “Shi Bhi Su”, salah satu kuliner otentik di Kota Jogja. (Foto: Hanang Widiandhika)

Gedongkiwo – Mungkin selama ini Kota Yogyakarta identik dengan gudeg. Benar, kuliner satu ini memang selalu menjadi menu paling dicari di kota yang terkenal dengan sebutan kota pelajar ini. Namun pernah kah Anda mendengar nama Bakmi Shi Bhi Su?

Jika Anda adalah penggemar bakmi, Anda harus mencoba bakmi yang satu ini. Bakmi Shi Bhi Su memang menjanjikan rasa yang membuat lidah para pembeli bergoyang.

Bakmi yang terletak di Jalan Raya Bantul No.106 kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron Kota Yogya ini ini sudah ada sejak 25 tahun yang lalu dan selalu ramai dikunjungi oleh para pelanggan setia bakmi ini.

Saat pertama kali melihat tempat ini mungkin tidak menemukan hal yang spesial dari Bakmi Shibisu. Namun, bila perhatikan dengan seksama, ada hal menarik yang kemudian membuat Bakmi Shi Bhi Su sangat spesial di mata para konsumen sejatinya

Sekilas tampilan bakmi goreng ini hampir sama dengan bakmi di tempat lain, hanya saja warnanya lebih terang mungkin karena tidak terlalu banyak menggunakan kecap. Bakmi ini terbuat dari dua jenis mie, yakni mie kuning dan bihun.

Kemudian dilengkapi dengan potongan-potongan kecil daging ayam dan seledri. Semua bumbu yang menyelimuti bakmi ini amat terasa tebal dan meresap ke dalam mie.

Nama Bakmi Shi Bhi Su sendiri di Yogyakarta terkenal dengan sebutan ‘mie bisu’. Asal usul mengapa disebut ‘Bakmi Bisu’ Ternyata pelayan yang mendistribusikan pesanan ke para pelanggan adalah seorang wanita tuna wicara (bisu).

Walau sang pelayan adalah tunawicara namun hal tersebut tak lantas jadi penghambat ruang geraknya. Saat mengantarkan minum kepada konsumen, ia selalu menyimpulkan senyum ramah

Di meja penyajian juga disediakan cabe rawit yang sangat nikmat jika diceplus berbarengan dengan mi. Hal yang tidak terlupakan dari makan di bakmi bisu ini adalah ketika setelah selesai makan mi dilanjutkan dengan teh panas nasgitel (panas legi kentel).

Dua hal ini mi dan teh seakan saling melengkapi dengan kelebihannya masing-masing untuk menjadikan pengalaman wisata kuliner yang sulit dilupakan bagi para pembeli.