Mudahkan Literasi, Walikota Resmikan Perpustakaan BI DIY

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti usai meresmikan perpustakaan milik Bank Indonesia DIY, Sabtu, (7/3/2020). (Foto: Hanang Widiandhika)

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti meresmikan perpustakaan milik Bank Indonesia DIY, peresmian perpustakaan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat serta mengedukasi tentang perekonomian, perbankkan, dan fungsi dan tugas dari Bank Indoneisa.

Usai meresmikan, Walikota mengatakan keberadaan perpustakaan memberikan manfaat positif bagi masyarakat khususnya warga DIY. Maka informasi berkualitas harus senantiasa ditingkatkan sehingga masyarakat dapat mengaksesnya setiap saat.

Di samping itu, lanjutnya, kolaborasi antar instansi pemerintah/non pemerintah perlu dijalin agar kegiatan literasi masyarakat menjadi lebih luas.

“Kami mengapresiasi sekaligus mendukung langkah BI memberikan akses informasi pada masyarakat melalui perpustakaan dengan tetap melestarikan cagar budaya,” ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Sabtu (7/3/2020).

Menurutnya jika perpustakaan bisa menarik dan fasilitasnya baik maka perpustakaan bisa menjadi rumah kedua bagi generasi muda sehingga kota Yogya maju kedepannya.

Dalam perputakaan tersebut, memberikan berbagai informasi mengenai Bank Indonesia melalui perpustakaannya. Informasi yang disampaikan antara lain mengenai uang rupiah, mulai dari sejarah sampai ciri keasliannya.

Tidak ketinggalan koleksi buku yang dimiliki oleh Perpustakaan BI ini mengenai ekonomi, moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran turut dipamerkan.

Terbuka Untuk Umum

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan, melaporkan bahwa akses perpustakaan terbuka bagi siapa pun. Masyarakat boleh datang ke perpustakaan setiap hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 07.00-16.00 WIB.

“Ada lebih dari 4.000 buku, tak hanya buku terkait bidang ekonomi atau keuangan saja. Buku non ekonomi pun tersedia termasuk buku untuk anak-anak,” katanya.

Hilman menjelaskan agar memudahkan masyarakat mengakses, pihaknya merelokasi perpustakaan yang sebelumya bertempat di lantai 2 ke basement Gedung Heritage BI.

Gedung ini merupakan tempat bersejarah, selesai dibangun pada 1915 lampau. Bank Indonesia selalu berkomitmen memelihara dan melestarikannya. Bangunan akan terus difungsikan bagi kepentingan BI sendiri maupun masyarakat.

“Kalau selama ini masyarakat hanya memanfaatkannya untuk ber-swafoto di depan gedung. Saat ini kami persilahkan menikmati pengalaman sejarah budaya dengan mengakses perpustakaan di dalam Gedung Heritage ini,” ajak Hilman.

Perpustakaan, tambah Hilman, memiliki konsep terintegrasi. Selain fungsi dasar sebagai tempat studi literatur dan penelitian, perpustakaan dilengkapi pula fasilitas jurnal online, ruang diskusi publik, museum uang kuno dan emas moneter, hingga kids fun science.

“Semua kategori umur dapat mengunjunginya untuk keperluan pendidikan, pembelajaran, hingga rekreasi,” terangnya.