Cegah Penyebaran Covid-19, Perpustakaan Kota Yogyakarta Tutup Layanan Baca di Tempat

Perpustakaan Kota Yogyakarta berhentikan layanan baca ditempat selama pandemi Covid 19 di Kota Yogyakarta. (Foto: Hanang Widiandhika)

Gondokusuman – Perpustakaan Kota Yogyakarta berhentikan layanan baca di tempat selama pandemi Covid 19 di Kota Yogyakarta, langkah tersebut diambil untuk meminimalisir penyebaran covid 19 di Kota Yogyakarta. Mengingat perpustakaan Kota Yogyakarta banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko menyampaikan selama pandemi Covid 19 pihaknya hanya memberikan layanan peminjaman buku dan pengembalian buku saja.

“Pelayanan yang lain sementara ini tutup, kami hanya melayani peminjaman buku dan pengembalian buku,” katanya dilokasi. Selasa (31/2/2020).

Menurutnya langkah tersebut diambil untuk mengurangi kerumunan masa yang bisa menjadi penyebab penyebaran covid 19 di masyarakat.

Ia menyampaikan sejak covid 19 merebak di Kota Yogyakarta, Perpustakaan Kota Yogyakarta mengurangi jam buka yang awalnya buka selama 24 jam nonstop, kini hanya buka dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

“Kalau bukanya dari hari Senin hingga Jumat, sedangkan jam buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00,” imbuhnya.

Selama menutup layanan, Perpustakaan Kota Yogyakarta melakukan penyegaran bahan pustaka sekaligus sterilisasi terhadap seluruh sarana dan prasarana pustaka sesuai protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

“Kami lakukan pembersihan menggunakan disinfektan sesuai ketentuan kesehatan,” katanya, seraya berharap seluruh sarana dan prasarana tersebut sudah siap digunakan kembali saat perpustakaan dibuka.

Layanan Digital

Dirinya menambahkan Perpustakaan Kota Yogyakarta telah memiliki layanan digital, yang diberi nama Diana (Digital library Untuk Anda), masyarakat tidak perlu datang ke perpustakaan untuk mendapatkan layanan akses buku elektronik (ebook).

Syarat utama untuk menikmati layanan Diana adalah terdaftar sebagai anggota perpustakaan terlebih dulu karena untuk mengakses e-book perpustakaan pengguna harus memasukkan nama pengguna dan kata sandi.

“Ini untuk memastikan bahwa pemustaka yang mengakses layanan ini tercatat dan terekam di sistem kami. Pemustaka bisa membaca secara online” katanya.

Lanjutnya, selama pandemi covid 19 Perpustakaan Kota Yogyakarta mengalami penurunan pengunjung, sebelum pandemi terjadi perpustakaan Kota Yogyakarta dikunjungi kurang lebih 2000-3000 orang tiap harinya. Ia memperkirakan pengunjung turun sebanyak 50 persen selama pandemi covid 19.

Dari pantauan Jogjadaily.com, terlihat Perpustakaan Kota sudah sepi pengunjung bangku-bangku yang disediakan untuk para pengunjung nampak kosong. Biasanya bangku-bangku dan meja tersebut penuh oleh para pengunjung.