Wawali Pastikan Stok Pangan Kota Yogya Aman

Salah satu pedagang cabai di Pasar beringharjo. (Foto: Hanang Widiandhika)

Umbulharjo – Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pastikan stok pangan di Kota Yogyakarta Aman. Hal tersebut diungkapkan setelah pihaknya melakukan rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia (BI), Bulog, dan pedagang.

Wawali menyampaikan stok pangan di Kota Yogyakarta aman hingga tiga bulan kedepan, dan pada bulan April 2020 Kota Yogyakarta akan mendapatkan stok tambahan.

“Artinya stok kita masih ada untuk tiga bulan kedepan, dan akan ditambah lagi stoknya pada bulan April ini. Oleh karena itu saya harap masyarakat belanja secara wajar saja karena stoknya ada, tidak perlu sampai panic buying,” ujarnya di Balaikota Kamis, (3/4/2020).

Selain itu untuk menekan angka tertularnya masyarakat Kota Yogyakarta dari virus korona, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana bekerjasama dengan penyedia layanan ojek online untuk mempermudah masyarakat saat membeli kebutuhan pangan sehari-hari.

“Kami juga akan melakukan kerjasama dengan pedagang-pedagang pasar, jadi nanti masyarakat bisa memesan kebutuhan melalui aplikasi pesan singkat dan akan diantar oleh ojek online,” jelasnya.

Sedangkan untuk transaksi bisa dilakukan secara online atau melalui ojek online. Untuk para ojek online juga akan dibekali prosedur keamanan saat melakukan pengiriman barang, sehingga para ojek online tidak terpapar virus korona.

“Prosedur tersebut ditujukan untuk antisipasi jangan sampai barang-barang yang dipesan menjadi carrier virus korona, ini adalah upaya kita untuk mencegah penyebaran covid 19 di Kota Yogyakarta,” katanya.

550 Orang Pendatang

Wawali mengungkapkan hingga bulan maret 2020 lalu tercatat kurang lebih 550 orang yang datang ke Yogyakarta. Menurutnya, pendatang tersebut adalah masyarakat Kota Yogyakarta yang memiliki rumah di Kota Yogya, dan sedang melakukan tugas luar kota.

“Mereka adalah keluarga dari warga kita sendiri (Yogyakarta), dan mereka langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika nantinya ada gejala-gejala mereka bisa memeriksakan diri langsung ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya,” katanya.