Pemkot Yogyakarta Beri Bantuan Masker Kepada Warga Umbulharjo

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya menyerahkan 3433 masker kain untuk seluruh warga Kecamatan Umbulharjo. (Foto: Hanang Widiandhika)

Umbulharjo – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya menyerahkan 3433 masker kain untuk seluruh warga Kecamatan Umbulharjo.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi di kantor Kecamatan Umbulharjo, Sabtu (2/5/2020).

Dalam kegiatan ini juga menerapkan social distancing dan physical distancing sebagaimana protokol kesehatan penyebaran Covid-19 seperti menjaga kontak fisik, serta menerapkan jarak 1 hingga 2 meter, menyiapkan tempat cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh oleh petugas.

Pada kesempatan tersebut, Wawali menyampaikan masker menjadi salah satu barang penting untuk mencegah penularan Covid-19 saat ini.

Ia menjelaskan bantuan masker tersebut didistribusikan untuk masing masing rukun tetangga (rt), setiap rt mendapatkan 100 buah masker.

“Sementara bantuan ini untuk warga Kecamatan Umbulharjo, tapi target di bulan Mei ini seluruh rt di Kota Yogya bisa mendapatkan bantuan masker ini” jelasnya.

Untuk pemesanan masker ini sendiri, lanjutnya, kami pesan kepada pelaku UMKM yang ada di Kota Yogya.

“Masker ini kami pesan di industri rumahan yang ada di Kota Yogya, kami akan memberdayakan mereka untuk membuat masker. ” jelasnya.

Di tengah kondisi pandemi ini masyarakat juga terus dituntut untuk meningkatkan perekonomian, salah satu caranya adalah menggerakkan pelaku UMKM menciptakan masker dari kain ini.

“Fakta di lapangan masih sulit menjumpai masker di pasaran, jika ada pun harganya sangat mahal jauh dari harga sebelumnya, untuk itu kami terus dukung para pelaku industri rumahan dalam pembuatan masker ini.” jelasnya.

Gelontorkan Dana

Ia menjelaskan jika Pemkot Yogya telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,4 milliar lebih untuk pengadaan masker, obat-obatan, vitamin, alat pelindung diri (APD) pada tahap pertama

Wawali menegaskan jika selama bulan mei ini Apd di Kota Yogyakarta masih mencukupi.

Namun, tambahnya,  jika nanti ada bantuan dari berbagai pihak, tentu saja akan lebih panjang jangka waktunya.

“Jika ada masyarakat yang ingin membantu melalui kami biasanya akan kami arahkan langsung kepada organisasi perangkat daerah (OPD) serta kepada wilayah seperti pihak Kecamatan dan Kelurahan agar bantuan dapat merata,” katanya.

Selain itu, Wawali juga berpesan agar masyarakat tidak panik namun tetap selalu waspada dan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Kepanikan ini adalah sebagian dari penyakit. Daya tahan tubuh berkurang, disitu penyakit akan muncul,” katanya