Kisah Gotong Royong Warga Wirogunan di Masa Pandemi

Kelurahan Wirogunan berbagi sayuran di masa pandemi Covid-19. ABDUL RAZAQ

Membantu warga yang membutuhkan adalah panggilan hati. Kebaikan yang dilakukan akan bernilai dan bermakna serta bermanfaat bagi yang lain. Begitu kira-kira gambaran semangat warga Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, dalam bergotong royong di masa pandemi Covid-19.

Beberapa bulan terakhir, penyebaran Covid-19 menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya Pemerintah, lembaga dan organisasi tertentu pun memberikan edaran serta imbauan. Sikap ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran Virus Corona. Ikhtiar maksimal menjadi perhatian semua pihak, selain terus berdoa memohon perlindungan dan pasrah kepada Tuhan Yang Mahakasih.

Salah satu tindak lanjut Surat Edaran Walikota Yogyakarta Nomor 440/820/SE/2020 tentang Pencegahan Corona Virus Desease 2019, warga Wirogunan melakukan reresik kantor kelurahan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran.

Sasaran utama reresik adalah pembersihan pendopo dan ruang kantor kelurahan. Reresik dilakukan secara gotong royong seluruh perangkat kelurahan bersama warga dengan penyemprotan disinfektan maupun pembersihan seluruh peralatan yang digunakan dalam pelayanan.

Selain itu, penyiapan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Setiap warga yang datang ke kantor kelurahan diwajibkan untuk cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Posisi meja dan tempat duduk pun diatur sedemikian rupa agar tetap nyaman, tapi tidak terjadi kontak langsung.

Memperhatikan kondisi yang ada, Takmir Masjid Baiturrahman juga menunda kegiatan kajian hingga keadaan kondusif. Untuk sementara, kajian dalam Gerakan Sholat Subuh Berjamaah, kajian rutin setiap bulan, dan pengajian umum ditiadakan.

Dilakukan pula pembersihan masjid secara keseluruhan dan menggulung karpet. Selain itu, setiap dua hari sekali dilakukan pembersihan berkelanjutan. Hari Jumat dikhususkan untuk kerja bakti reresik masjid yang memang rutin dilakukan dan sudah berlangsung selama satu tahun.

Sejumlah 11 masjid lain di Kelurahan Wirogunan secara bertahap juga melakukan hal yang sama. Takmir meniadakan aktivitas peribadahan, untuk sementara waktu, hingga pandemi berakhir.

Selanjutnya, berdasar Surat Edaran Lurah Wirogunan No. 443/087 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), warga melaksanakan Gerakan Serentak (Gertak) yang dikoordinasikan Pengurus RT dan RW.

Surat Edaran berisi empat poin. Pertama, mengimbau kepada seluruh warga agar melaksanakan gerakan bersih-bersih lingkungan secara mandiri, dimulai dari lingkungan rumah dengan membersihkan perabot atau benda yang sering digunakan atau disentuh dengan cairan disinfektan.

Kedua, masing-masing rumah tangga menyediakan secara mandiri alat dan bahan pencegahan virus corona. Selain itu, membiasakan diri melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir. CTPS dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan serta sepulang dari bepergian.

Ketiga, Ketua RT dan Ketua RW mengirimkan dokumentasi kegiatan melalui WhatsApp Group (WAG). Selain untuk dokumentasi, dokumentasi sebagai publikasi, guna mendorong warga lain melakukan hal yang sama. Keempat, menunda segala kegiatan bersifat mengumpulkan massa yang dirasa tidak urgen untuk dilakukan.

Penyemprotan mandiri dengan disinfektan dilakukan warga Kampung Bintaran dengan prioritas ruang publik, tempat ibadah, jalan kampung, serta di samping rumah-rumah warga. Kampung Bintaran sebagai salah satu Kampung Tanggap Bencana (KTB) terus mendengungkan gotong royong #LawanCorona sebagai tagline di tengah masyarakat.

Peran Penting GASA

Masa pandemi Covid-19 mendorong lahirnya GASA Wirogunan, yakni komunitas relawan yang memiliki kesamaan untuk berbuat terbaik bagi masyarakat, baik sosial kemasyarakatan, maupun kegiatan lain dengan nilai-nilai keagamaan.

GASA Wirogunan terdiri dari KTB, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Karang Taruna, dengan difasilitasi Kelurahan Wirogunan.

GASA Wirogunan merupakan wujud sinergisitas kelembagaan. Bersama-sama berbuat akan lebih efektif dengan modal saling membantu atau bergotong royong. Dukungan dari semua pihak, khususnya RT dan RW sangatlah berarti dengan memberikan informasi kepada warga di wilayah masing-masing.

Pada masa pandemi, relawan GASA Wirogunan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi yang masuk kategori jalan kampung, yakni di sebelah timur dan barat sepanjang Jalan Taman Siswa.

Relawan GASA turut serta pula dalam proses rekapitulasi data fakir miskin. Rekapitulasi data yang dilakukan adalah warga yang diusulkan oleh Ketua RW kepada pemerintah Kota Yogyakarta. Data fakir miskin dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kebijakan ini sebagai salah satu kebijakan pemerintah yang meminta masyarakat untuk tinggal di rumah dan berdampak pada masyarakat lapisan bawah yang kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki penghasilan.

Tidak lebih dari lima hari, data telah diserahkan oleh Pengurus RT dan RW. Kerja sama yang baik dan komunikasi yang baik sangat membantu proses pendataan.

Selanjutnya, GASA terlibat aktif dalam pembagian sembako dari berbagai kalangan untuk warga terdampak Covid-19. Selain pembagian sembako, relawan GASA menggelar aksi MasBayu atau Masyarakat Berbagi Sayuran. Masyarakat bersama-sama menyediakan sayuran untuk masyarakat yang dikemas dalam plastik dan boleh diambil warga secara gratis, dengan mengambil secukupnya, maksimal dua bungkus.

Aksi pertama, Selasa (12/5/2020), MasBayu Wirogunan menyediakan sebanyak 1.527 bungkus sayuran untuk 2 kampung. Aksi kedua, Selasa (19/5/2020) sebanyak 5.595 bungkus diperuntukkan 5 kampung. Dan aksi ketiga, Minggu (7/6/2020) sebanyak 3.049 bungkus untuk 2 kampung. Jadi, aksi MasBayu telah berbagi sayuran sebanyak 10.171 bungkus untuk 7 kampung.

Aksi MasBayu bahkan mendapat apresiasi Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta yang juga Wakil Walikota, Heroe Poerwadi. Menurutnya, hal yang dilakukan warga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Ia menilai, gotong royong masyarakat merupakan bentuk gerakan Gandeng Gendong. Sebuah gerakan dari Yogya untuk Yogya menjadi bentuk tahapan kebangkitan masyarakat Kota Yogyakarta.