Mahasiswa UAD Raih Prestasi di Tengah Pandemi Covid-19

Dua Mahasiswa UAD yakni Renangga Yudianto dari Program studi teknik elektro dan Sariningsih dari pendidikan agama Islam berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi juara II pada lomba esai tingkat nasional. (Foto: Humas UAD)

Umbulharjo-Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi juara II pada lomba esai tingkat nasional. Kedua mahasiswa tersebut adalah Renangga Yudianto dari program studi teknik Eeektro dan Sariningsih dari pendidikan agama Islam dengan dosen pembimbing Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D.

Kedua mahasiswa ini mendapat predikat juara II dengan esai yang berjudul Integrasi Platform Digital dengan Mengaplikasikan Metode Enhance Learning Sebagai Solusi Peningkatan Kemandirian Pembelajaran Pada Siswa di Tengah Pandemi Covid-19. Lomba Esai Nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa 2020 tersebut diselenggarakan Untidar Magelang dan diikuti berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

“Esai ini adalah pengalaman kami yang pertama, melakukan revisi, bimbingan, koordinasi semua secara daring. Banyak tantangan yang harus kami hadapi dalam mengikuti lomba di tengah pandemi. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa UAD selama di rumah juga dapat melakukan berbagai aktivitas yang berguna,” ujar Renangga dalam press relase yang diberikan oleh UAD Jogja.

Berkarya di Tengah Pandemi Covid-19

Ia menambahkan, meskipun dalam keadaan seperti ini tidak menyurutkan niatannya dan tim untuk terus berprestasi. Renangga berharap, teman-teman mahasiswa lainnya di tengah pandemi Covid-19 seperti ini dapat terus berkarya serta bersemangat walaupun di rumah saja.

Pada lomba ini, esai yang ditulis Renangga dan Sariningsih menggagas sebuah sistem untuk mengintegrasikan platform pembelajaran secara daring. Dengan metode enhance learning keduanya mengusulkan sistem agar dapat terkoneksi secara langsung dan terhubung dengan satu pusat kendali.

“Kami mengusulkan kerja sama dengan pihak pemerintah khususnya kementerian pendidikan dan kebudayaan, stakeholder terkait, dan pihak lainnya yang berperan dalam pelaksanaan pembelajaran,” jelasnya.

Sistem pembelajaran yang diusulkan sebagai jawaban atas permasalahan pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring. Metode enhance learning, kata Renangga, merupakan metode pembelajaran atau perkuliahan secara daring yang memadukan kegiatan membaca materi, berdiskusi, bertukar informasi, dan proses evaluasi selama pembelajaran dalam satu platform sekaligus yang telah terintegrasi sistemnya.