Menentukan Strategi Marketing Efektif

Facebook berpengaruh besar pada aktivitas bisnis masyarakat hari ini. MARKETING LAND

Bagi kebanyakan orang, aktivitas marketing dianggap sebagai ‘momok’. Anda mungkin termasuk orang yang berpikir untuk sebisa mungkin menghindarinya. Kata ‘marketing’ dianggap sama dengan kata ‘berjualan’.

Ketika kata ‘berjualan’ masuk ke dalam pikiran bisa jadi Anda tengah membayangkan seorang ‘sales’ mengenakan kemeja putih dengan dasi merah menyala berbalut celana panjang hitam dengan menenteng dagangannya ke mana-mana.

Tahukah Anda bahwa marketing berbeda dengan sale. Marketing adalah seni menginformasikan kepada audiens tentang produk atau jasa dengan cara semenarik mungkin melalui berbagai media, baik media outdoor, indoor, elektronik, paper, internet, dan lain sebagainya.

Aktivitas marketing tidak terkait secara langsung dengan sale, namun marketing membantu proses sale untuk lebih mudah dilakukan kepada konsumen. Melalui marketing, konsumen diedukasi sedemikian rupa agar ‘memercayai’ di dalam pikiran, baik sadar atau di bawah sadar, akan sebuah produk atau jasa yang memiliki berbagai keunggulan.

Marketing bertujuan ‘memaksa’ audiens untuk merelakan sebagian kecil memorinya, diisi oleh informasi produk atau jasa, tanpa harus meminta izin dan tanpa harus membayar jasa iklan layaknya saat kita menggunakan billboard, videotron, spot TV yang berbayar mahal.

Pikiran kita bagi seorang marketer andal layaknya media iklan seperti billboard, videotron, koran, dan televisi yang bisa dipasangi iklan, kapan saja serta di mana saja, tanpa harus membayar alias gratis.

Karena itulah seorang marketer harus mampu mengemas sebuah iklan agar memiliki daya tarik yang luar biasa bagi banyak orang, yang akhirnya merelakan sebagian memori dalam otaknya untuk dipasangi sebuah iklan.

Begitu dahsyatnya marketing. Produk-produknya mengisi ruang memori kita, bahkan dari bangun tidur hingga kita tidur lagi. Setiap saat pikiran kita melalui panca indra dibombardir oleh iklan yang ada dalam otak kita sendiri.

Pertanyaannya sekarang, “Bagaimana kita juga bisa membuat strategi marketing efektif layaknya para marketing profesional?”

Jawabannya, “Tidak ada strategi apa pun yang efektif, kecuali kita melakukannya langsung.”

Belajar paling efektif adalah dengan ‘melakukan’ atau do it. Dengan melakukan maka kita akan tahu bahwa yang sudah kita lakukan efektif atau tidak. Karena marketing adalah aktivitas seni untuk mempengaruhi orang lain di level pikiran dan perilaku maka yang harus kita lakukan adalah mengetahui apa saja yang disukai oleh pikiran orang, dan apa saja yang disukai orang untuk dilakukan.

Belajar dari ‘Facebook’

Mari kita belajar pada Facebook sebagai salah satu media sosial populer. Saya yakin Anda semua sudah terbiasa dengan aktivitas di FB, bahkan sebagian umur Anda banyak yang dihabiskan bersama FB, dengan berbagai alasan dan motivasi.

Namun, pernahkah kita menyadari bahwa FB telah mengambil paksa milik pribadi kita yang paling berharga tanpa membayar sepeser pun dan justru kita bangga ketika milik kita yang paling berharga itu telah diambil paksa?

Coba Anda membuka akun Facebook, lalu Anda melihat di kolom di mana Anda biasanya menulis status. Anda akan membaca sebuah kalimat “Apa yang Anda pikirkan?” atau kalimat “Apa yang Anda rasakan?”

Tahukah Anda, kedua frasa kalimat tersebutlah yang telah ‘mencuri’ pikiran dan perasaan kita secara paksa namun kita merasa tidak pernah kehilangan. Ketika saya meng-upload tulisan, FB telah mencuri pikiran saya. Jika Anda meng-klik LIKE maka perasaan saya pun telah dicuri. Ketika Anda memberi KOMENTAR maka pikiran dan perasaan saya yang lebih dalam akan lebih banyak dicuri.

Lebih lanjut, ketika Anda men-SHARE tulisan saya maka pikiran dan perasaan saya secara totalitas telah dicuri dan dibawa pergi jauh entah ke mana. Dan hebatnya, saya tetap bahagia dan tidak pernah merasa kehilangan.

Inilah yang saya sebut sebagai ‘strategi marketing efektif’ yakni Anda cukup belajar dari Facebook. Selamat mencoba.

Add Comment