Perlunya Sopan Berkendara

Kemacetan di tengah kota. (Foto: Pinterest.com)

Sarat budaya dan tradisi, keistimewaan yang mengakar merekat kuat sebagai kota paling istimewa bernama Yogyakarta. Memang tak bisa dipungkiri seiring perkembangan jaman, Yogyakarta tidak bisa lepas dari hiruk pikuk kemacetan yang menjadi masalah yang menghinggap di kota-kota besar.

Mengendarai kendaraan bermotor di kota besar seperti Yogyakarta membutuhkan tenaga ekstra, pasalnya berkendara di kota besar memang rentan sekali terjebak macet. Mengendarai kendaraan di lalu lintas yang padat membutuhkan konsentrasi serta kewaspadaan yang sangat tinggi.

Jika ditelusuri lebih dalam lagi, dampak kemacetan tidak hanya berhenti pada perkara lalu-lintas saja namun jauh dari itu, ternyata berdampak juga pada kondisi psikologis para pengendera di jalanan. Tak jarang kita jumpai sesama pengendara saling beradu mulut lantaran saling sikut atau istilah kerennya “nguntal”  jalan.

Bahkan yang paling parah hingga terjadi perkelahian, kejadian ini timbul karena perasaan tidak terima lantaran perilaku pengendara lain yang entah karena ngawur, menyerobot jalan, zigzag atau bahkan karena soal “bleyer-bleyeran”.

Fenoma ini tentu menjadi catatan disamping isu besar kemacatan yang melulu bicara soal lalu lintas saja. Lantas bagaimana kemacetan menggerus nilai-nilai budi pekerti dan tradisi masyarakat Yogyakarta yang berabad-abad lalu adalah masyarakat yang luhur akan budi pekertinya.

Saling Menghormati

Ada banyak cara untuk menjaga kondisi kita agar tetap  “adem ayem” saat berada dalam kemacetan. Selain dengan dengan cara mematuhi segala peraturan lalu-lintas yang berlaku di jalan raya, sikap saling menghormati antar pengguna jalan juga sangat di perlukan karena berkendara di jalan raya tidak bisa jika kita hanya memikirkan ego kita masing-masing.

Jalan adalah milik umum, mulai dari pejalan kaki, pengemudi mobil, pengendara sepeda motor, andong atau becak merupakan pihak yang punya hak sama untuk lewat di jalan raya. Jangan semena-mena mau menang sendiri. Hormati kepentingan orang lain seperti kita menghormati diri sendiri.

Kesediaan untuk berbagi dan saling menghormati antar pengguna jalan dapat menghindarkan kita dari dampak buruk kemacetan, mari kita mulai dengan saling menghormati, pastinya ini akan mengurangi dampak buruk, karena fasilitas itu memang milik kita semua.

Add Comment