UMY Bantu Produksi Konten Digital Berbasis Pendidikan Karakter di Tengah Pandemi

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memfasilitasi guru sekolah dasar memproduksi video pembelajaran pendidikan karakter berbasis multikulturalisme. (Foto: Humas UMY)

Gamping-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memfasilitasi guru sekolah dasar memproduksi video pembelajaran pendidikan karakter berbasis multikulturalisme. Fasilitasi dilakukan melalui workshop produksi video dengan aplikasi Kine Master di gawai.

Workshop dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Karangturi, Bantul. Kegiatan ini adalah rangkaian pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Filosa Gita Sukmono dan Dr. Fajar Junaedi.

“Pelatihan ini didasari pertimbangan keperluan penyiapan konten pembelajaran di tengah pandemi, khususnya nilai-nilai karakter yang mungkin tidak bisa didapatkan ketika belajar di rumah, ” jelas Filosa.

Dosen Ilmu Komunikasi UMY ini menambahkan bahwa di masa pandemi, kampus terpanggil menjalankan darma pengabdian sebagai bagian tridarma perguruan tinggi melalui gerakan UMY Mengabdi.

Pelaksanaan workshop dilakukan dengan tetap menaati protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Workshop yang menghadirkan Hendrawan Setiawan dari Gawai Piawai berisi materi tentang produksi video dengan memanfaatkan aplikasi Kine Master.

Langsung Lakukan Produksi

Para peserta diajak langsung melakukan produksi, mulai dari penyusunan rancangan produksi, pengambilan gambar, dan penyuntingan. Trainer yang telah tersertifikasi Kine Master ini mengajak peserta untuk praktik secara langsung, sampai bisa memproduksi video pembelajaran. Dua belas peserta yang dibagi dalam empat kelompok berhasil memproduksi empat video pembelajaran.

Di akhir workshop diberikan bantuan seperangkat alat produksi video untuk SD Muhammadiyah Karangturi dan akses Kine Master premium untuk para peserta. Bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh sekolah untuk semakin banyak memproduksi konten video pembelajaran khususnya terkait pendidikan karakter berbasis multikulturalisme.

Add Comment