Warga Karangwaru Sulap Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif

Warga Kelurahan Karangwaru, RT 55 manfaatkan sebidang tanah yang awalnya tidak digunakan sebagai lahan pertanian sayuran di tengah-tengah perkotaan, Rabu (3/6/2020). (Foto: Hanang Widiandhika)

Tegalrejo-Warga Kelurahan Karangwaru, RT 55 manfaatkan sebidang tanah yang awalnya tidak digunakan sebagai lahan pertanian sayuran di tengah-tengah perkotaan. Awalnya tanah tersebut tidak ada yang memanfaatkan, hanya ditumbuhi rumput dan sebagai sarang hewan-hewan seperti tikus dan ular.

Saat masa pandemi covid 19 ini, warga sekitar bergotong royong untuk membersihkan sekaligus menanam berbagai macam jenis sayuran, seperti terong, cabai, kangkung.

Tak hanya merubah tanah yang menganggur, masyarakat sekitar juga merenovasi rumah kosong tersebut menjadi sebuah minimarket dengan nama mart 55.

Mini market dengan ukuran kurang lebih 5x3meter tersebut dimanfaatkan untuk menjual bahan pokok dan sayuran hasil masyarakat menanam di sebidang tanah tepat di belakang mini market tersebut.

Saat pandemi covid 19 ini masyarakat sekitar dapat mengambil hasil bumi secara cuma-cuma di mini market tersebut, karena masyarakat sekitarnya beberapa terdampak covid 19.

Gotong royong warga mendapatkan apresiasi Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi ,menurutnya langkah yang diambil masyarakat adalah bentuk gotong royong dan kepedulian antar sesama masyarakat.

“Kampung sayur yang panen nanti dibagikan ke dapur-dapur umum, setelah itu dibagikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan termasuk mahasiswa, ini adalah respon masyarakat saat masa pandemi seperti ini,” katanya, Rabu (3/6/2020).

Wawali menjelaskan, gotong royong masyarakat ini merupakan bentuk gerakan gandeng gendong. Kedepan pihaknya akan mengintegrasikan beberapa program seperti kampung sayur, bank sampah, dan e-waroeng.

“Selain itu juga akan diintegrasikan dengan program Rumah Pangan Kita (RPK) sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi oleh hasil panen di sekitarnya,” ucapnya.

Selain itu Ia menuturkan, gerakan ini merupakan gerakan dari Yogya untuk Yogya kegiatan seperti rewalawan hijau, nglarisi tanggane juga akan dijalankan dan menjadi bentuk tahapan kebangkitan masyarakat kota Yogyakarta.

“Bagaimana nanti masyarakat kota Yogyakarta berproduksi, dinikmati sendiri, dan juga dijual ke masyarakat sekitar. Total ada 6 kampung yang sudah menjalankan ini, ada yang berbasis kampung sayur, ada juga yang membangun mini mart, bentuk gerakan berbeda-beda tiap kampung tergantung yang dihadapi masing-masing” paparnya.

Sementara itu, ketua RT 55 RW 02 kelurahan Karangwaru, Cahyo Tri Hastomo, mengatakan relawan hijau di wilayahnya membuat agro mart dengan memanfaatkan lahan sempit.

“Kemarin kita sudah banyak bagikan ke masyarakat khususnya warga RT 55, sebagian dibagi sebagian lagi dijual melalui mini mart. Dua minggu sekali kita panen, sekali panen kurang lebih 10 kilo dengan tanpa pestisida,” ucapnya.

Masyarakat yang mendapatkan bantuan, sebelumnya sudah dipetakan mana warga yang sudah terdampak mulai dari usaha warga yang terkena dampak, hingga masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

“Kita sudah petakan ada 21 orang lalu kita bagi lagi diantara itu ada yang usia produktif dan lansia, untuk usia produktif kita ajak untuk membangun mini mart ini sehingga lapangan pekerjaan baru terbuka untuk minimarket kita manfaatkan bangunan kosong,” ujarnya.