Wedang Ronde Legendaris Mbah Paiyem

Mbah Paiyem sedang membuatkan wedang ronde untuk para pelanggan. (Foto: Hanang Widiandhika)

Kraton-Kota Yogya memiliki banyak kuliner malam yang justru ramai pada malam hari, Salah satunya adalah wedang ronde. Bagi warga Kota Yogya tentu minuman ini bukan minuman yang asing lagi, salah satu ragam kuliner yang terkenal karena kehangatannya ini bisa ditemui di berbagai tempat di Kota Yogya. Salah satunya adalah wedang ronde milik Mbah Paiyem. Nenek 90 tahun ini bisa dikatakan merupakan salah-satu penjual wedang ronde legendaris yang ada di Kota Yogya.

Saat di temui belum lama ini di tempat biasanya ia berjualan yakni di wilayah Kauman, Ia mengaku sudah berjualan wedang ronde sejak tahun 1965.

“Dulu saya dan suami saya sempat berpindah-pindah tempat jualan sebelum menetap di Jalan Kauman. Saya pernah berjualan di Pasar Ngasem lalu pindah di sekitar Ngampilan, namun setelah suami saya meninggal saya menetap di Jalan Kauman hingga sekarang”ceritanya.

Karena usianya yang sudah mulai senja, Mbah Paiyem selalu di bantu putranya yang bertugas mendorong gerobak dagangan jika akan berangkat berjualan dari tempat tinggalnya yang berada di Kadipaten Kulon, Kota Yogyakarta.

Nenek Sembilan putra ini setiap harinya mulai berjualan pada pukul 18.30 WIB atau sehabis Sholat Maghrib dan hingga malam pukul 24.00 WIB, namun terkadang jika dagangannya sudah habis Mbah Paiyem bisa tutup lebih awal yaitu pukul 21.00 WIB.

Sebelum berjualan ia selalu menyiapkan seluruh bahan untuk berjualan ronde masih dilakukannya sendiri. “Setiap pagi saya dibantu anak saya membuat ronde yang terbuat dari tepung beras yang dibuat adonan dan didalamnya diberi kacang tanah yang telah ditumbuk” ujarnya.

Komposisi wedang ronde milik Mbah Paiyem ini hampir sama dengan  ronde pada umumnya yaitu air jahe dan isinya yang berupa kacang, irisan roti tawar dan bola-bola ketan.

Dalam meracik ronde Ia mengaku bahwa dirinya belajar sendiri. Dalam sehari Mbah Paiyem mampu membuat 200-an porsi wedang ronde.”Semua bahannya alami. Tidak pakai pengawet atau bahan kimia. Saya buat sendiri semuanya,” ungkapnya.

Pelanggan Setia

Salah satu pelanggan setia wedang ronde Mbah Paiyem, Dwi Nova Ardianto mengatakan jika Ia hampir setiap minggu membeli wedang ronde tersebut, menurutnya wedang ronde mbah paiyem memiliki aroma yang berbeda dari wedang ronde pada umumnya.

“Ini karena memang wedang Rondenya enak, manisnya pas, wanginya khas dan murah. Satu mangkuk hanya lima ribu rupiah. Sembari bersenda gurau dengan teman dan sahabat wedang ini bisa menjadi teman pelengkap yang cocok” ungkapnya.