Fania Food, dari Bisnis hingga Pelatihan

Hani Kusdaryanti brand Fania Food.

Umbulharjo-Siapa yang tak kenal dengan nama Hani Kusdaryanti. Sosok seorang perempuan yang layak menjadi contoh bagaimana sebuah bisnis rumahan bisa menjadi sumber penghasilan keluarga. Berkat kerja kerasnya membuat dan membangun bisnis, dirinya pernah dianugerahi Perempuan Inspiratif NOVA tahun 2013.

Lewat brand Fania Food yang dibangunnya sejak tahun 2008, saat ini Fania Food menjadi salah satu UKM di Yogyakarta yang berkomitmen menyediakan produk makanan bermutu, higienis dan bergizi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan cerdas.

Pilihan produk yang diambil adalah dengan memproduksi olahan makanan berbahan dasar ikan segar yang dipasok langsung dari distributor.

Ia berkomitmen untuk ikut menyukseskan program GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, usaha yang kami rintis penuh perjuangan bersama suami dapat diterima masyarakat. Sungguh sebuah perjuangan yang amat panjang diceritakan hingga produk Fania Food dapat dinikmati konsumen,” tutur Hani Kusdaryanti saat ditemui di rumah produksi Fania Food beberapa waktu yang lalu.

Atas dedikasinya memproduksi dan mempertahankan kualitas produk dan tetap berkomitmen menyediakan makanan yang sehat, Hani Kusdaryanti diganjar beberapa penghargaan, antara lain Anugerah Paramakarya  dari Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Anugerah Adikarya Pangan Nusantara (APN) yang diserahkan langsung oleh Presiden Repubik Indonesia Joko Widodo, dan puluhan penghargaan lainnya.

Ia menceritakan bagaimana awal mula mulai usaha, diawali dari saat dirinya mendapatkan oleh-oleh dari ibundanya berupa otak-otak bandeng khas Kudus. Karena penasaran dengan rasanya yang enak, timbul rasa penasaran dalam dirinya.

Mulailah dicoba membuat otak-otak bandeng tersebut dengan resep yang dia peroleh dari ibundanya dan ditambah dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dengan beberapa kali percobaan dengan disertai semangat terus belajar dan berusaha akhirnya tercipta produk otak-otak bandeng versi dirinya.

Selanjutnya, Hani mulai memasarkan produk otak-otaknya door to door di lingkungan tempat tinggalnya maupun perkantoran yang ada di sekitarnya.

Hingga akhirnya banyak konsumen yang telah mengenal produknya berupa otak-otak bandeng tersebut. Setelah sekian lama, mulailah dirinya berani mengikuti beragam pelatihan yang ditawarkan oleh dinas di kota Yogyakarta maupun dinas tingkat provinsi. Dengan pengetahuan yang semakin berkembang maka timbul keberanian untuk mencoba membuat variasi produk lainnya hingga saat ini telah tercipta lebih dari 50 varian olahan ikan produksi Fania Food.

Komitmen dan Mau Belajar

Menurutnya kunci utama dari kesuksesan dari mengembangkan produk beragam olahan ikan ini adalah komitmen dan mau belajar. “Komitmen ini timbul sejalan dengan dipercayanya kami menjadi salah satu UKM incubator binaan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dalam memproduksi ragam olahan ikan” jelas Hani.

Sementara sebagai mahluk yang jauh dari sempurna, menjadi kewajiban untuk selalu belajar dan terus mengembangkan diri menerima kritik maupun saran dari konsumen.

Sebab dia percaya penuh dengan doa, ikhtiar dan kesungguhan menjalankan usaha ditambah komitmen memberikan yang terbaik bagi konsumen akan memudahkan dalam menjemput rejekinya.

Tidak lupa pula Hani memberikan sebagian rejeki yang diperolehnya melalui Fania Food untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar usahanya melalui kegiatan baksos sebagai bagian dari CSR ( Costumer Social Responsibility ) Fania Food yang dikelolanya bersama suami.

Proses produksi di Fania Food sesuai dengan GMP (Good Manufacturing Practices) dan SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure) sehingga menghasilkan produk yang benar-benar higienis, bergizi dan bermanfaat. Hal ini dibuktikan dengan rumah produksi Fania Food yang memiliki ruang yang berbeda-beda dalam setiap prosesnya.

Ditunjang dengan komitmen dirinya untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen, setiap pegawai Fania Food telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP ( Badan Nasional Sertifikasi Profesi ), termasuk dirinya sendiri. Hal ini yang membuat produk Fania Food dapat diterima di beberapa Supermarket, Hotel, Rumah Sakit, Catering, Sekolah hingga Pondok pesantren.

Fania Food sebagai P2MKP

Fania Food juga dipercaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP). P2MKP adalah suatu lembaga pelatihan yang dikelola oleh individu maupun kelompok di bidang kelautan dan perikanan yang sukses mengelola usahanya untuk dijadikan tempat pelatihan dan sertifikasi sebagai bagian pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidan kelautan dan perikanan.

Artinya, Fania Food dapat memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan terkait dengan bidang kelautan dan perikanan. Sungguh sebuah pengakuan yang layak diberikan atas dedikasi dan usahanya di bidang perikanan dan kelautan.

Hal ini tentu saja merupakan sebuah tanggung jawab yang besar dan mulia agar Fania Food dapat menghasikan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perikanan dan kelautan.

Sesuai dengan visi dan misinya dimana keberadaan Fania Food diharapkan mampu menggeliatkan dan mendukung program pemerintah yaitu Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan dan menyejahterakan siapa saja yang terlibat dalam usahanya.

Pun demikian, selama pandemi ini dirinya turut mengajak bagi pelaku usaha yang masih bingung bagaimana memulai usahanya dengan memberikan penawaran sebagai agen maupun reseller.

“ Kami membuka diri bagi masyarakat yang berkeinginan memiliki tambahan rejeki untuk bergabung bersama Fania Food, bisa sebagai reseller maupun agen dengan harga terjangkau. Silakan datang langsung ke rumah produksi kami yang ada di Jl Semangu KG I No.16 RT 03 RW 01 Gedongkuning Kelurahan Rejowinangun , “ ujar Hani menutup kisahnya.