‘Minggir’ ke Omah Minggir Sleman

Suasana asri Omah Minggir. DELLA NAFITA HANAN BAHTERA

NGARANAN, Sendangrejo — Ada kabar gembira bagi kalian yang butuh liburan sekaligus ngopi dengan suasana berbeda, yaitu di pedesaan yang jauh dari keramaian kota.

Beberapa waktu lalu, saya sempat ‘minggir’ ke Omah Minggir. Sebuah homestay dan warung kopi di kelokan Dusun Ngaranan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Saya memilih kata ‘minggir’ karena menilai tempat ini, lebih membumi dan lokal.

Omah Minggir berdiri awal 2016, ditopang bongkaran rumah limasan dan joglo dengan konsep Jawa, antik, dan lawas. Banyak tanaman hijau dan bunga di berbagai sudut, sehingga terlihat lebih menyatu dengan alam.

Bagi yang suka kopi, Omah Minggir menyajikan varian kopi beragam, mulai Vietnam Drip, Gayo, Kalosi Toraja, hingga Aroma Bandung. Buat yang tidak terlalu suka kopi, kalian bisa memesan wedang uwuh, jahe panas, wedang sekoteng, wedang tape, juga teh teko blirik yang dijamin ginasthel atau legi-panas-kenthel (manis, panas, kental).

Ngopi atau minum wedang tak lengkap kalau tak ada camilan. Omah Minggir punya singkong goreng, mendoan, dan tahu bakso. Pisang gorengnya recommended banget. Manis dan enak.

Kalau pengin makan berat, ada nasi pecel wader. Sambal kacangnya, pas. Wadernya, gurih. Ditambah tempe bacem, jadi makin komplit. Bonus, kerupuk karak yang super kriuk dan gurih. Atau bisa kalian coba masakan ndeso lain, seperti iwak kali presto, sayur bening, belut geprek, dan masih banyak lagi.

Nongkrong lalu mengabadikan foto dengan menggunggahnya ke media sosial? Omah Minggir menyuguhkan banyak sudut menarik.

Salah satunya, sebuah ruangan di lantai atas yang minimalis dan tak terlalu lebar. Menjadi tempat terfavorit, karena memiliki jendela, sehingga memberikan pemandangan hamparan sawah yang hijau juga kawanan nyiur dengan berbagai tariannya. Terbayang, kan, bagaimana nikmatnya menyeruput secangkir kopi sore hari di lantai atas?

Bukan hanya itu. Banyak buku, yang tentunya selain untuk menambah wawasan juga bisa digunakan sebagai properti foto.

Menarik, bukan? Tak kalah dengan suasana joglo. Serasa nongkrong di teras rumah nenek yang ada di desa. Dijamin kangen kampung kalian bakal terobati.

Homestay Omah Minggir Sleman. DELLA NAFITA HANAN BAHTERA

Khususnya kalian yang bosan dengan suasana kota dan butuh ketenangan sejenak, Omah Minggir menyediakan dua kamar homestay yang berada tepat di samping joglo warung kopi. Bernuansa jawa dan antik. Sudut-sudut ruangnya terkumpul dari berbagai tempat, dengan latar belakang budaya, sosial, dan religi berbeda.

Semua lantainya tegel lawas yang cantik dan warna-warni. Cara mengunci pintunya pun unik, yaitu dengan kayu panjang yang digeser ke kiri dari dalam.

Fasilitas yang disediakan berupa dua single bed yang bisa dijadikan satu. Kamar mandi ada di setiap kamar. Wadah sabun dan sampo yang terbuat dari kayu. Shower dan wastafel yang didesain dengan baskom blirik, terlihat tidak biasa. Dua kursi sedan perahu beserta meja, yang di atasnya disuguhkan sebotol air mineral dan dua gelas motif jago. Ada sendal rotan yang super unik. Tak lupa, towel dan kipas angin.

Berbeda dengan penginapan lain, Omah Minggir sengaja tidak menyediakan TV atau AC. Tapi, tenang. Tidur kalian tidak akan gerah, karena letaknya yang ‘mewah’ alias mepet sawah. Saking asik dan mewahnya, kalian bakal tak ada waktu untuk menonton TV. Dijamin malam kalian syahdu, ditemani suara aliran sungai yang terdengar sangat menenangkan sebagai pengantar tidur.

Jadi, Omah Minggir bukan hanya memanjakan pencinta lawasan dan barang antik, atau kalian yang suka ngopi dengan suasana pedesaan. Tapi juga bagi kalian yang ingin menikmati liburan dengan kearifan lokal. Jangan lupa ‘minggir’ ke Omah Minggir.