Perpustakaan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Bercerita 2020 tingkat SD/MI

Perpustakaan Kota Yogyakarta gelar Lomba Bercerita 2020 tingkat SD/MI seluruh Kota Yogyakarta. (Foto: Pemkot Jogja)

Mantrijeron-Perpustakaan Kota Yogyakarta gelar Lomba Bercerita 2020 tingkat SD/MI seluruh Kota Yogyakarta, lomba tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak tingkat Sekolah Dasar atau Madarasah Ibtidaiyah (MI), harapannya kedepan generasi millenial memiliki budaya literasi yang kuat. Lomba tersebut digelar di ruang baca Pevita jalan Mayjen Sutoyo 32 Yogyakarta.

Dalam lomba bercerita tersebut diikuti oleh 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, dan dibagi menjadi 4 kloter penampilan setiap kloter menampilkan 5 orang peserta. Pembagian menjadi 4 kloter tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan antrian anak yang akan tampil sekaligus untuk mempermudah mempraktikkan physical distancing.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi covid 19. Lomba kali ini mengusung tema “Menumbuhkembangkan Budaya Membaca dan Bercerita Bagi Siswa SD di Kota Yogyakarta, Istimewa”.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, SE, MM mengatakan, materi yang dibawakan oleh peserta adalah cerita rakyat yang berasal dari Kota Yogyakarta, buku-buku cerita rakyat dapat didapat oleh peserta melalui perpustakaan sekolah maupun perpustakaan kota Yogyakarta.

“Di dalam materi cerita rakyat terdapat pesan moral yang bermanfaat dalam menumbuhkembangkan kareakter, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan rasa nasionalisme di kalangan siswa,” ucapnya.

Ia menjelaskan dalam sebuah lomba bercerita para peserta harus dapat memadukan berbagai kesenian seperti sastra, drama, akting dan komunikasi.

“Penilaiannya meliputi ekspresi, wajah, cara bercerita atau teknik bercerita, dan penguasaan materi,” imbuhnya.

Wahyu menjelaskan bahwa lomba ini merupakan gelaran rutin setiap tahun yang diadakan secara berjenjang dari tingkat kabuaten/kota hingga nasional. Pemenang lomba tingkat kota akan bertanding di lomba sejenis tingkat propinsi DIY.

“Harapannya melalui lomba ini akan menumbuhkan minat dan budaya gemar membaca di kalangan anak-anak. Lebih dari itu, juga agar mereka nantinya menjadi warga negara yang cerdas serta berwawasan luas dan memiliki rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa,” katanya.

Kegiatan ini sekaligus diharapkan menjadi kegiatan nyata dalam meningkatkan budaya baca dan budaya literasi masyarakat Kota Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya panitia tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam upaya penanggulangan Covid-19, diantaranya diselenggarakan tanpa penonton dan wajib jaga jarak.

Setiap Hari Berlatih

Sementara itu satu diantara peserta dari SD Negeri Pandeyan, Arya Wijaya Wirandaru mengaku bahwa ia mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba bercerita selama 20 hari. Setiap harinya ia berlatih didampingi dengan guru pendamping dari sekolah, dirinya mengaku bahwa ia gemar dalam membaca buku.

“Setiap hari latihan, sebelum ikut lomba saya membaca banyak cerita rakyat atau komik memang senang membaca,” katanya.

Dalam penampilannya ia mengaku tidak merasa kesulitan saat tampil, karena telah melakukan persiapan sebelumnya.