Warga Gemblakan Sulap Jambu Jadi Berbagai Olahan Makanan

Wakil Walikota Yogyakarta saat memanem buah jambu yang di tanam warga Gemblakan Atas, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta. (Foto: Pemkot Yogya)

Danurejan-Warga kampung Gemblakan Atas, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta selalu kompak dalam melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kemiskinan di wilayahnya, di antaranya dengan berinisiatif untuk menanam jambu (jambuisasi) di wilayah tersebut. Warga kampung tersebut telah berkomitmen menjadikan kampungnya sebagai sentra jambu.

Ketua RW 03 Gemblakan atas, Maryadi, mengatakan jika hampir seluruh masyarakat di kampung tersebut menanam jambu.

Ia menjelaskan jika buah jambu yang ditanam warganya tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam makanan seperti sirup jambu, kurma jambu, teh jambu, dendeng jambu, pudding jambu, selai jambu, sambel jambu, serta naget jambu.

“Bahkan daun jambu ini juga kami olah menjadi minyak urut,” katanya saat soft lounching produk olahan jambu, Sabtu (11/7/2020).

Di tahun ini, lanjutnya, hasil panen jambu akan mereka pasarkan kebeberapa toko oleh-oleh dan hotel yang berada di wilayah Suryatmajan.

“Produk produk hasil olahan jambu ini akan kami pasarkan, dan jika syarat perizinan sudah keluar kita akan menitipkan ke supermarket atau toko oleh – oleh, kita juga sudah bekerjasama dengan pihak hotel yang ada di Kelurahan Suryatmajan “ ungkapnya.

Swadaya dan inovasi warga tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Dalam kesempatan tersebut Ia mengajak warga Suryatmajan untuk melakukan terobosan dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi pada tahun 2020.

“Saya kira ini merupakan salah satu kreatifitas warga kampung Gemblakan bahwa dari jambu bisa diolah menjadi berbagai macam makanan, ini adalah upaya inovasi untuk memvariasikan segala macam bentuk makanan yang kita makan sehari hari, dan juga makanan dari jambu ini bebas kolesterol” ujarnya.

Ia pun mendorong para Camat dan Lurah untuk mau mengajak warganya melek tentang pentingnya izin usaha dan juga hak paten dari produk UMKM.

“Semisal ada warga yang belum memiliki izin usaha atau hak paten, Pemkot Yogya akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk membantu perizinan UMKM di Kota Yogya” ujarnya.

Wawali berharap kedepan akan segera muncul warung atau resto jejambuan, yakni warung yang segala sesuatunya dibuat dari bahan dasar oleh jambu.

“Kalau di Sleman ada resto jejamuran, di Kota Yogya nanti harus ada resto atau warung  jejambuan, untuk menunya seperti sate jambu, bakso jambu, oseng jambu dan segala macam,” bebernya.

Ia juga berharap agar inovasi yang telah dilakukan oleh warga gemblakan ini bisa diterapkan di seluruh kampung yang ada di Kota Yogya.

“Rintisan yang telah dilakukan oleh warga gemblakan ini bisa diterapkan di seluruh kampung yang ada di Kota Yogya, karena ini tidak memerlukan lahan yang besar serta tidak memerlukan pabrik yang besar tapi bisa dilakukan hanya melalui rumah tangga” tegasnya.

Add Comment