Kena PHK, Saatnya Anda Menjadi Pebisnis

Bisnis rumahan kuliner donat. Dibuat berdasarkan pesanan. MARLINA

Pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada sektor ketenagakerjaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setidaknya hingga 27 April 2020, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mencatat ada 35.252 pekerja dirumahkan dan 1710 orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sebuah kabar baik atau buruk? Silakan menentukannya, berdasarkan apa yang Anda yakini tentang apa itu kabar baik dan kabar buruk. Namun, buat saya, pada hakikatnya, semua kabar adalah kabar baik. Pun dengan angka PHK yang telah mencapai ribuan. Kabar baik, maksud saya, bisa jadi, justru saat inilah saat yang tepat untuk ‘mengubah hidup’.

Biasanya, untuk mengubah hidup, seorang karyawan atau pekerja sering kali terlebih dahulu dihadapkan pada masalah sulit. Karena, tanpa ‘paksaan’ keadaan, jalan untuk mengubah hidup itu belum tentu terjadi.

“Kapan mau resign dari kantor?”

Begitu pertanyaan mudah yang sering keluar dari seorang kawan pebisnis kepada kawannya yang menjadi pegawai atau karyawan. Tak ayal pertanyaan sederhana itu ternyata membawa pengaruh psikologis pada yang ditanya.

“Nanti. Belum berani. Masih banyak tanggungan keuangan yang harus diselesaikan. Menunggu waktu yang tepat.”

Begitu kira-kira jawaban yang muncul dan sering terdengar.

‘Tidak berani’ dan ‘menunggu waktu yang tepat’ sebenarnya adalah alasan paling mudah untuk menjadikan kita tidak lagi tertantang melakukam perubahan. Secara tidak langsung, kita melabeli diri sebagi penakut yang sedang mengulur-ulur waktu. Padahal, untuk menjadi berani, hanya ada satu jalan keluarnya, yakni demgan ‘melakukan’ (do), sedangkan untuk menemukan waktu yang tepat hanyalah dengan memilih waktu ‘sekarang’ (now).

Agar bisa berlari, kita harus belajar untuk merangkak, lalu berjalan selangkah demi selangkah, hingga akhirnya kaki kita kuat untuk berlari. Bukankah jutaan langkah harus dimulai dengan satu langkah saja, dan ketika melangkah kita harus melakukannya sekarang dan bukam nanti atau besok?

Andai kita tak pernah belajar untuk berjalan dan terjatuh, mungkin kita tidak akan pernah bisa berlari. Karena keberanian kita untuk memutuskan berani melangkah sekarang dan tanpa menunggu waktu yang tepatlah kita bisa menikmati kemampuan berlari, tidak hanya berjalan.

Begitu pun dengan bisnis. Tidak ada keberanian yang cukup untuk seseorang benar-benar bisa mengambil keputusan menjadi pebisnis. Dan tidak ada waktu yang benar-benar tepat bagi seseorang untu mulai menjadi pebisnis.

Ayo Memulainya

Syarat utama menjadi pebisnis hanyalah berani mengambil keputusan, sekarang. Karena, bagi seorang pebisnis, waktu adalah uang. Semakin cepat mengambil keputusan, semakin lebar pula kesempatan untuk mendapatkan uang. Begitulah pebisnis. Mereka menjadikan waktu sebagai kumpulan dari keberanian untuk mengambil keputusan, sekarang.

Sekarang adalah waktu yang paling tepat bagi siapa pun untuk memulai segala sesuatu. Lakukan hal yang mudah, yang bisa dilakukan sekarang. Sekarang adalah waktu yang umurnya sangat pendek, hanya 24 jam, tak lebih dan tak kurang. Sementara nanti adalah kumpulan waktu yang sangat panjang dan tanpa batas yang pasti. Karenanya, melakukan tindakan-tindakan kecil sekarang akan membentuk masa depan yang lebih besar.

Tidak ada yang tahu. Bisa jadi pemutusan PHK ribuan di DIY justru dapat melahirkan para pebisnis baru yang berdampak signifikan bagi perekonomian. Bayangkan, ribuan pengusaha ini juga dapat berpengaruh pada rekan atau keluarganya untuk berbuat serupa. Sulit atau mudah, itu bagian dari kehidupan. Jadi, ayo memulainya.