Relawan Pendidikan Tahunan, Bantu Anak Belajar di Rumah

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat mengunjungi kegiatan relawan pendidikan di Kelurahan Tahunan. (Foto: Hanang Widiandhika)

Umbulharjo-Guna mendampingi siswa sekolah belajar di rumah, masyarakat Kelurahan Tahunan yang bekerjasama dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) membentuk relawan pendidikan yang mereka namakan relawan pendidikan dewantara muda tanggap covid-19.

Lurah Tahunan, Sugiarti, menjelaskan relawan pendidikan terdapat di 12 titik tersebar di wilayah Tahunan yang semuanya merupakan warga Tahunan yang di bantu oleh para Mahasiswa KKN dari UST.

“Dalam melaksanakan kegiatan, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan. Para relawan dibagi dalam beberapa tim, yang kemudian mereka mendampingi belajar di 12 titik yang telah disepakati”. jelasnya di lokasi, Sabtu (29/8/2020).

Adapun kegiatan utama para relawan tersebut adalah mendampingi belajar baca tulis hitung, dan mengaji. Masing-masing titik terdiri dari maksimal lima anak untuk menghindari kerumunan.

Ia pun berharap pendampingan relawan pendidikan dapat terus berjalan pada masa pembelajaran online maupun setelah kembali belajar tatap muka.

Respon Masyarakat

Hal tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari Wakil Walikota Yogyakarta, yang juga merupakan Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi.

Pada kesempatan tersebut ia mengatakan jika relawan pendidikan adalah sebuah bentuk respon dari masyarakat dalam menghadapi pandemi covid 19 di sektor pendidikan, diharapkan dengan relawan pendidikan di Kelurahan Tahunan ini dapat memberikan solusi bagi anak-anak saat sekolah di rumah.

Menurutnya saat sekolah di rumah dilakukan sebagian besar guru hanya merubah media pembelajaran yang awalnya ditulis di papan tulis diganti medianya melalui pesan singkat.

“Kondisi seperti ini membuat anak menjadi kurang enjoy saat belajar di rumah, kita perlu lakukan anak-anak mendapatkan ganti pelajaran. Tetapi masih bisa dinikmati secara mandiri tidak harus didampingi oleh orangtua,” jelasnya.

Dengan adanya relawan pendidikan tersebut, lanjutnya, membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah tetapi, pendidikan juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

“Masyarakat merespon membantu anak anak untuk mengikuti pelajaran di sekolah,” imbuhnya.