Warga Gedongkiwo Produksi Layangan di Masa Pandemi Covid-19

Wakil Walikota Yogyakarta saat meninjau pembuatan layang-layang warga RW 09 Kelurahan Gedongkiwo. (Foto: Pemkot Yogya)

Gedongkiwo-Masa pandemi Covid-19 ini justru meningkatkan kreativitas warga, diakui oleh Aditya Pradana warga RW 09 Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Selama satu bulan setengah terakhir, Aditya pemilik Daengan Kite Fighter mengisi kesehariannya dengan memproduksi layang-layang.

“Ini sudah saya lakukan sejak awal Juli lalu. Kebetulan musim layang-layang ini stok layangan di Jogja habis dan juga pas musim panas. Selain itu juga masa pandemi ini anak-anak pada butuh hiburan, jadi mereka sekarang bermain layang-layang”, tambah Aditya saat ditemui di tempat produksi layangan, Senin (25/8/2020).

Layangan yang diproduksi oleh Aditya yaitu jenis Mataraman khas Yogyakarta. Ia mengaku setiap motif yang terdapat di layangan gaya Mataraman ada filosofi dan maknanya. Salah satunya yaitu motif kalungan dan jalak uren yang menggambarkan prajurit Kraton.

Tak sendiri, Ia mengaku dalam produksi layangannya juga dibantu oleh Ibu-ibu khususnya RT 40 RW 09 Kelurahan Gedongkiwo. Sejumlah 15 Ibu-ibu turut membantu di rumah produksi milik Aditya Pradana yang bernama Daengan Kite Fighter.

“Ada yang dikerjakan langsung di rumah saya, ada juga yang dibawa ke rumah. Misalnya kalau yang hanya ngelem itu saya bolehkan untuk dibawa ke rumah masing-masing”, ujarnya.

Harga layangan tersebut dibanderol dari harga Rp 2500 sampai Rp 8000, tergantung dari jenis dan ukurannya. Ia mengaku sudah memproduksi 5000 layangan yang sudah dikirim ke beberapa daerah luar kota Yogyakarta.

Tinjau Langsung

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berkesempatan melihat dan meninjau langsung di rumah produksi layangan Daengan Kite Fighter tersebut. Turut hadir pula para tokoh masyarakat.

“Ini adalah salah satu semacam industri kreatif yang diproduksi oleh Mas Adit ini dan juga sudah bisa mengajak Ibu-ibu lingkungan sekitar. Sudah menerapkan pemberdayaan turut menggandeng Ibu-ibu di lingkungannya”, ujar Heroe.

Heroe juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari respon warga dimasa pandemi yang dapat memberi hiburan bagi masyarakat, selain itu juga kegiatan yang berbeda dari biasanya supaya tidak bosan di rumah.

“Kita ingin mengembangkan industri seperti ini, industri rumah tangga. Karena ini bagian dari mengembangkan ekonomi masyarakat. Ini perlu kita dorong dan perlu kita promosikan. Karena di Jogja banyak industri kreatif yang tumbuh berkembang berbasis kegiatan bersama di masyarakat”, tambahnya.

Selain melihat secara langsung proses produksi layang-layang, Wawali juga berkesempatan melukis layang-layang bermotif logo Gandeng-Gendong dan menerbangkan di area lapang kelurahan Gedongkiwo.Ia berpesan kepada warga yang bermain layangan diharap untuk bermain di tanah lapang yang jauh dari kabel listrik maupun telepon.