ASN Inspiratif Pemkot Yogya di Anugrah ASN 2020

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo mewakili Pemkot Yogyakarta mengikuti ajang Anugrah Aparatur Sipil Negara (ASN) 2020 yang digelar oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) (Foto: Pemkot Yogya)

Umbulharjo-Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo mewakili Pemkot Yogya  mengikuti ajang Anugrah Aparatur Sipil Negara (ASN) 2020 yang digelar oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan tema “ASN Berkinerja dan Berdampak Nyata”.

Tri Mardoyo menunjukkan kinerjanya sebagai ASN dengan berbagai inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat Yogya, salah satunya menginisiasi layanan kegawatdaruratan Yogyakarta Emergency Service (YES) 118 yang kini dikenal dengan PSC 119 YES.

Dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Mardoyo mengatakan bahwa gagasan dan inovasinya tidak dapat berhasil tanpa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Sebetulnya banyak sekali gagasan, ide-ide yang tentunya tidak saya kerjakan sendiri. Tidak mungkin semua pekerjaan yang berkaitan dengan masyarakat dikerjakan oleh satu orang, tidak akan bisa. Saya memiliki gagasan dan inovasi yang Alhamdulillah didukung oleh Kepala Dinas, Wali Kota dan sebagainya karena ini memerlukan biaya dan dukungan,” ungkapnya.

Inovasi yang Diciptakan

Adapun inovasi yang digagasnya antara lain, Yogyakarta Emergency Service (YES) 118 yang kini disebut dengan PSC 119 YES. Inovasi yang membutuhkan waktu persiapan selama dua tahun ini merupakan layanan kegawatdaruratan medis kepada masyarakat. Dengan program ini, seluruh biaya yang dibutuhkan masyarakat akan ditanggung oleh Pemerintah Yogyakarta.

Masyarakat juga dapat memperoleh layanan medis selama 24 jam. Bahkan layanan ini diberikan secara merata kepada masyarakat, tanpa melihat KTP maupun status warga negara.

Inovasi lain yang digagas oleh Tri Mardoyo adalah buku panduan pengobatan. Buku panduan ini ditujukan kepada dokter agar dapat menghemat obat dan mengurangi pemusnahan obat. Gagasan untuk membuat buku panduan ini berasal dari  adanya kecemasan atas masalah pemusnahan obat yang sering terjadi. “Kini berkat panduan tersebut pemusnahan obat sangat berkurang,” ujarnya.

Tri Mardoyo menambahkan untuk pelayanan kesehatan dirinya juga menggagas inovasi  Layanan Psikologi Puskesmas. Layanan ini merupakan strategi agar puskesmas tidak hanya memberikan layanan kesehatan dengan menggunakan obat, namun dapat menggunakan pendekatan psikologi.

“Sejak tahun 2010, Pemerintah Kota Yogyakarta telah melaksanakan layanan psikologi di puskesmas,” kata Tri Mardoyo.

Inovasi lain yang dicetuskan oleh Tri Mardoyo adalah program promotif preventif yaitu Rumah Sehat Lansia (Rusela) dengan pendekatan dokter spesialis penyakit dalam kepada masyarakat. Tujuan program ini adalah agar masyarakat dapat melakukan konsultasi kesehatan secara gratis yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Tak hanya itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogya ini juga menggagas inovasi Sistem Penguatan Kelurahan Siaga dalam Rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Si Kesi Gemes).  Si Kesi Gemes bertujuan untuk memberikan pedoman kepada masyarakat dalam menyampaikan promosi, promotif kepada masyarakat baik di tingkat tatanan Kota, Kecamatan, Keluraham, RW, RT, dan Dasa Wisma.

” Si Kesi Gemes ini pun selama pandemi Covid-19 turut berperan aktif untuk memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19,” kata Tri Mardoyo.

Inovasi-inovasi tersebut telah mendapatkan penghargaan di tingkat Nasional. YES 118 mendapatkan penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2015, Rusela mendapatkan penghargaan 33 Inovasi Terbaik Tahun 2014, dan Si Kesi Gemes mendapatkan penghargaan Inovasi Germas Tingkat Kota Tahun 2018.

Meskipun mendapatkan berbagai pernghargaan Tri Mardoyo menyampaikan bahwa yang terpenting bukanlah menang atau kalah, namun yang terpenting adalah program ini bermanfaat bagi masyarakat. “Yang terpenting bukan menang kalahnya, menurut saya yang terpenting adalah program ini bermanfaat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menang juara satu namun hasilnya setelah menang tidak memiliki daya ungkit kepada masyarakat itu percuma, tidak menang tapi mempunyai daya ungkit dan mempunyai pelayanan kesehatan bagi masyarakat itu yang terpenting,” jelasnya.