Semangat Berbagi di Tengah Pandemi

    Ridwan Syah (76) dan Latifah Haniem (73) saat mendonasikan satu buah unit ambulance bagi Dompet Dhuafa Jawa Tengah. (Foto: Iswan Heri)

Pogung-Selalu ada hikmah dibalik musibah, termasuk pandemi Covid-19 hari ini. Hikmah pertama adalah melatih masyarakat kita untuk lebih menguatkan solidaritas diantara sesama. Hikmah yang selanjutnya adalah untuk mengasah budaya tolong-menolong yang sejak lama sudah ada di masyarakat.

Solidaritas dan tolong menolong tadi menjadi penyejuk dan perekat ikatan sosial masyarakat di tengah ketidakpastian pandemi. Insan yang gemar berderma bagi masyarakat tak ubahnya seperti permata kehidupan yang menjadi pencerah sekaligus suri tauladan kebajikan.

Hal ini seperti yang diperlihatkan oleh dua warga Yogyakarta, pasangan Ridwan Syah (76) dan Latifah Haniem (73) yang mendonasikan satu buah unit ambulance bagi Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Seremoni serah terima ini dilaksanakan di kediaman Ridwan Syah di Pogung Baru, Sleman, Yogyakarta pada hari Jum’at , (23-10-2020).

Seremoni ini dilakukan secara sederhana namun hikmat dan dihadiri oleh Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Satria Nova; sanak kerabat keluarga Ridwan Syah; serta perwakilan warga Pogung.

Mewakafkan Tanah dan Bangunan

Sebelumnya Ridwan Syah telah mewakafkan tanah sekaligus bangunan dua lantai di Purwokerto bagi Dompet Dhuafa Jawa Tengah pada tahun 2010 silam. Bangunan tersebut kemudian dikelola menjadi klinik gratis dan unit layanan untuk masyarakat yang membutuhkan. Ide mewakafkan tanah beserta bangunan kala itu dicetuskan oleh mendiang putri Ridwan Syah yang kemudian meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat terbang 2018.

“Saya berharap keberadaan ambulance ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang semakin terhimpit di masa pandemi”, ujar Ridwan Syah kepada Jogjadaily.

Ridwan Syah memutuskan mendonasikan ambulance setelah mendapatkan laporan bahwa saat ini Dompet Dhuafa Jawa Tengah sedang mengalami kekurangan ambulance, khususnya untuk menjangkau warga kurang mampu yang ada di pelosok.

“Kami ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada keluarga Bapak Ridwan Syah atas donasi ambulance kali ini. Ambulance ini akan kami optimalkan untuk membantu warga yang dipelosok, khususnya bagi warga yang melakukan perawatan kesehatan rutin seperti pasien gagal ginjal. Pasien gagal ginjal harus menjalankan cuci darah dua kali seminggu. Seringkali pasien harus menyewa ambulance sebesar tiga ratus ribu rupiah untuk pergi ke Rumah Sakit”, kata Satria Nova, Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Tengah dalam acara tersebut.

Satria juga bercerita bahwa Dompet Dhuafa Jawa Tengah secara rutin mengirimkan laporan keuangan dan aktivitas bagi setiap donatur. Hal ini dilakukan sebagai wujud pertanggungjawaban dan transparansi keuangan lembaga.

Selain menjadi klinik, bangunan wakaf dua lantai di Purwokerto juga menjadi rumah singgah bagi pasien. Selain itu, Dompet Dhuafa juga memberikan beasiswa pendidikan bagi warga masyarakat yang kurang mampu.

Acara ditutup dengan serah terima ambulance secara simbolis dengan penyerahan kunci mobil dari Ridwan Syah selalu donatur kepada Satria Nova selaku perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Tengah.

Semoga apa yang dilakukan keluarga Ridwan Syah dapat menjadi api inspirasi untuk menyebarkan semangat berbagi di tengah gentingnya masa pandemi. Tabik.