Departemen Teknik Sipil SV UGM Gelar Webinar Internasional

Professor Masaharu Fujita saat mengikuti Web Binar (Foto: Humas UGM)

Depok-Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan webinar dengan taraf internsaional internasional yang terdiri dari 2 sesi. Setiap sesi 4 pembicara dari 4 negara, yaitu Professor Masaharu Fujita dari Disaster Prevention Research Institute, Kyoto University, Jepang, James Zulfan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Professor Jyh-Bin Yang dari National Central University, Taiwan, dan Ario Muhammad dari University of Bristol, Inggris.

Agenda webinar internasional ini terintegrasi dengan rangkaian Dies Natalis Sekolah Vokasi UGM ke-11 dan agenda Eco-Infrastructure Festival 4th Civil Creative and Action dari Keluarga Mahasiswa Departemen Teknik Sipil SV UGM. Webinar internasional tahun ini mengangkat tema “The Future of Sustainable Infrastructure and Built Environment (after pandemic COVID – 19).”

Salah satu dosen UGM yang juga moderator dalam acara tersebut, Rian Mantasa, menjelaskan terselenggaranya acara tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya pembangunan infrastruktur yang memadai dan inovasi apa saja yang dapat dikembangkan dalam keadaan pandemi Covid-19.

“Yang mana telah kita ketahui bahwa banyak sekali proyek infrastruktur yang terhambat di masa sulit ini. Untuk memenuhi berbagai tantangan tersebut, tidak hanya perencanaan, desain, implementasi, sistem pengelolaan bangunan sipil, dan rehabilitasi infrastruktur yang tepat, tetapi juga arah kebijakan dan strategi yang jelas untuk pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, melalui pendekatan yang terintegrasi, multidisiplin dan holistic,” katanya.

Di dalam webinar ini para pembicara dari keempat negara menyampaikan masing-masing bidang ilmu yang telah mereka dalami. Professor Masaharu Fujita menjelaskan sediment Disaster, James Zulfan (Indonesia) memberikan rekomendasi alternatif teknologi bangunan air.

Sementara Professor Jyh-Bin Yang (Taiwan) menjelaskan building information modeling, Ario Muhammad (Inggris) memberikan dampak tsunami dan mitigasinya.

Pembangunan Infrastruktur

Dari semua bidang tersebut kemudian dapat disimpulkan bahwa kurangnya pembangunan infrastruktur menjadi penghambat utama kegiatan investasi dan pembangunan.

“Selain keterbatasan dana yang tersedia, percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan masih harus menghadapi tantangan antara lain pengetahuan, pengelolaan sumber daya manusia, praktik terbaik, dan pengembangan kapasitas,” bebernya.

Dalam acara ini tercatat bahwa pendaftar mencapai 700 orang dari berbagai kalangan meliputi : mahasiswa, praktisi, kontraktor, konsultan, akademisai dan masih banyak lagi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tempat untuk pertukaran ilmu antar audiens bahwa pada saat ini kondisi dan tren tentang Teknik Sipil di Indonesia dan di luar negri seperti apa.

 

Add Comment