Kawasan Malioboro Jadi Kawasan Tanpa Rokok

Tempat Kawasan Merokok (TKM) yang ada di area Malioboro, Kamis (11/12/2020). (Foto: Hanang Widiandhika)

Danurejan-Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan kawasan Malioboro menjadi kawasan tanpa rokok, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan kawasan tanpa rokok bukan berarti tidak boleh merokok di Malioboro.

“Masih boleh tetapi tidak boleh lagi sembarangan. Di Malioboro hanya boleh merokok di tempat tempat tertentu yang sudah ditetapkan. Pada saat ini ada empat yang telah ditetapkan,” katanya saat mengunjungi Tempat Kawasan Merokok (TKM) yang ada di area Malioboro, Kamis (11/12/2020).

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka mengetahui bahwa kawasan Malioboro kita tetapkan sebagai Kawasan  Kawasan Tanpa Rokok.

“Aman dan nyaman itu tidak hanya dalam mereka bisa menikmati Malioboro tetapi juga terjaga kesehatannya baik dari prokes Covidnya agar terhindar dari sebaran Covid-19. Tetapi juga menciptakan Malioboro sesuai yang diatur dalam Perda yakni kawasan destinasi wisata harus memiliki KTR,” katanya.

Ia berharap bulan November hingga pertengahan Desember sosialisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan akhir desember melihat kawasan Malioboro kawasan tanpa rokok.

“Sehingga waktu liburan akhir tahun betul betul kawasan tanpa rokok. Kita lihat dulu perkembangan agar masyarakat kita Yakinkan bahwa ini upaya terbaik utnuk menjadikan Malioboro tetap menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi siapa saja,” harapnya.

Wawali membeberkan bahwa merokok dapat meningkatkan reseptor sel virus yang juga menjadi reseptor virus Covid-19, merokok dapat menularkan virus dari tangan ke mulut dan sebaliknya.

“Sebaran yang cukup berbahaya adalah puntung rokok. Puntung rokok itu kan selalu masuk di mulut perokok. Kalau mulut perokoknya mengandung Covid-19 otomatiskan tersebar dimana mana. Maka dari itu kita mencoba menjadikan kawasan Malioboro menjadi tempat yang betul-betul tidak ada sebaran Covid-19 dan juga menjaga kesehatan masyarakat. Pengasomg rokok masih boleh, yang diatur hanya tempat merokoknya,” katanya.

Mengkondisikan Masyarakat

Menurutnya memang perlu ada upaya untuk bisa mengkondisikan masyarakat agar masyarakat lebih mengetahui. “Baru langkah berikutnya kita melakukan penyiapan yang lebih mantap terhadap sarana dan prasarana,” jelasnya,

Setelah itu, lanjutnya, baru penegakan, ia mengungkapkan nantinya akan ada tindakan yang tegas agar Malioboro menjadi KTR. “Karena persyaratan kawasan tanpa merokok di destinasi wisata harus di kawasan terbuat tidak boleh tertutup, jadi kapasitasnya bisa banyak. Tapi karena sekarang ada empat, harapannya semua bisa menahan diri untuk tidak merokok di Malioboro,” katanya.

 

Add Comment