Pemkot Yogyakarta Gelar Lomba Tanaman Hias

Wakil Walikota Yogyakarta saat meninjau lomba tanaman hias di XT Square, Minggu (8/11/2020). (Foto: Hanang Widiandhika)

Umbulharjo-Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyelenggarakan kontes tanaman hias aglonema dan anggrek.

Kegiatan yang tetap menerapkan protokol Covid-19 ini diikuti oleh petani binaan DPP Kota Yogyakata dan pecinta tanaman hias Aglaonema dan Anggrek di DIY.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan maksud dan tujuan diselenggarakan kontes tanaman hias tersebut adalah untuk menggali potensi petani serta pecinta tanaman hias aglaonema dan anggrek di DIY khususnya kota Yogyakarta dalam budidaya aglaonema dan anggrek

“Untuk memberikan wahana promosi-prestasi bagi petani atapun pecinta aglaonema dan anggrek di DIY, khususnya petani binaan DPP Kota Yogyakarta sekaligus edukasi bagi masyarakat agar lebih mengetahui dan mengenal tanaman hias aglaonema dan anggrek tentang bagaimana budidaya, pemeliharaan sampai dengan peluang bisnisnya,” jelasnya di XT Square, Minggu (8/11/2020) katanya.

Ia mengungkapkan dalam acara tersebut di bagi beberapa kategori yang dilombakan, untuk aglonema di bagi menjadi 6 kategori yakni juvenil, rumpun, tunggal dewasa, kochin, lokal tunggal dewasa, dan lokal rumpun.

“Sementara untuk anggrek di bagi menjadi 4 kategori yakni dendrobium, phaleonopsis (bulan), vanda dan gramathopilum,” ujarnya.

Dalam perlombaan kali ini terdapat 72 buah anggrek dan 144 aglonema. Nantinya, lanjutnya pemenang mendapatkan hadiah berupa sertfikat, piala dan uang pembinaan yang cukup menarik.

Bercocok Tanaman di Lahan Sempit

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap lomba tersebut dapat memberikan inspirasi bagi lebih banyak masyarakat untuk membudidayakan tanaman hias dan sayur.

Menurutnya, tidak ada lagi alasan bagi warga Kota Yogyakarta tidak bisa membudidayakan tanaman hias atau tanaman pertanian lain karena keterbatasan lahan.

“Buktinya, dengan taman yang relatif sempit pun, tanaman bisa dibudidayakan. Bahkan dikreasikan dengan baik sehingga semakin memperindah pekarangan. Tidak hanya indah, hasilnya pun bisa dinikmati oleh keluarga,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menggalakkan budi daya tanaman hias dan sayur di lahan pekarangan.

“Di zaman sekarang, semua orang memiliki keinginan untuk hidup sehat. Salah satunya adalah pemenuhan gizi seimbang dari sayuran. Jika sayur mudah diperoleh, maka diharapkan kesehatan masyarakat pun semakin meningkat,” katanya.

Selain lomba tanaman hias, dalan acara tersebut juga didukung dengan bazar tanaman dan olahan hasil pertanian perikanan dari asosiasi anggrek, asosiasi aglonema, asosiasi flory, asosiasi tabulampot, asosiasi sepurkota, asosiasi olahan hasil pertanian, asosiasi olahan perikanan.

Add Comment