Simpul Jaringan Kota Yogyakarta Masuk Nominasi Bhumandala Award

Wakil Walikota Yogyakarta saat menjelaskan sistem jaringan simpul Pemerintah Kota Yogyakarta kepada Badan Informasi Geosfasial (BIG) Republik Indonesia (RI). (Foto: Hanang Widiandhika)

Umbulharjo-Sistem jaringan simpul Pemerintah Kota Yogyakarta yang terkoneksi pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung pembangunan di Kota Yogyakarta, berhasil masuk finaslis Bhumandala Awards 2020 Badan Informasi Geosfasial (BIG) Republik Indonesia (RI).

Perwakilan BIG RI, Ari Dartoyo, mengatakan dalam rangka penghargaan simpul jaringan Bhumandala Award 2020 BIG RI melakukan verifikasi final kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) secara dalam jaringan atau daring.

Ia menjelaskan, Bhumandala award adalah bentuk apresiasi BIG kepada simpul-simpul jaringan dengan tujuan memotivasi, menginspirasi, memperkuat dan meningkatkan semangat kementrian/lembaga dan perangkat dearah dalam membangun informasi geospasial agar terus terbina secara berkelanjutan menuju simpul jaringan yang optimal.

“Pada tahap verifikasi final ini penilaian meliputi verifikasi kesesuaian isian formulir, presentasi simpul jaringan dan diskusi, serta paparan sarana dan prasarana,” katanya secara daring di ruang Yudhistira.

Ia mengatakan jika Kota Yogyakarta di 2020 masuk dalam empat besar nominasi Bhumanadala Award 2020 untuk kategori Simpul Jaringan Kota Terbaik.

Sesuai Regulasi

Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membeberkan proses pembangunan simpul jaringan di Kota Yogya telah berdasarkan pada regulasi yang ada, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Yogya telah membangun pemahaman serta komitmen dengan membentuk tim yang bertugas membangun simpul jaringan tersebut.

Tugas tim tersebut adalah menyelenggarakan infomasi geospasial melalui kegiatan pengumpulan, pengolahan, menyebaluaskan data membangun memelihara menjamin keberlangsungan sistem agar mudah di akses oleh masyarakat.

“Yang menjadi perhatian kita adalah disamping kita mengumpulkan informasi, agar input tersebut tidak ganda, yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan peyimpanan serta pengamanan terhadap data yang sudah kita miliki” katanya.

Ia pun tak memungkiri bahwa persoalan simpul jaringan tersebut sebagian besar di tentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM).

“Bagaimana SDM kita harus mampu mendesain, membuat peta, menginput dan lain lain. Ini perlu adanya stadarisasi SDM yang mampu melibatkan diri,” jelasnya.

Selain itu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana peran masing masing OPD untuk berbagi, agar data tunggal yang di buat benar-benar bisa dibentuk sehingga pemanfaatan informasi geospasial bisa dilakukan untuk semuanya dan berbagi satu sama lain.

“Kemudian, lanjutnya, indentifikasi terhadap ketersidaan data, jadi data data yang diperlukan juga harus disepakati bersama agar nanti keterkaitan antar OPD mempunyai kesepakatan tentang data yang kita siapkan,” ungkapnya.