UGM Gelar Penanaman Pohon di Pantai Bugel Kulon Progo

UGM saat melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berupa penanaman pohon serta sosialisasi dan edukasi proklim. (Foto: UGM)

Wates-Sebagai salah satu upaya dalam mencegah dan menanggulangi abrasi di pesisir pantai Bugel. Magister Ilmu Lingkungan berkolaborasi dengan Magister Manajemen Bencana Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berupa penanaman pohon serta sosialisasi dan edukasi proklim.

Dalam kegiatan tersebut juga di laksanakan acara mitigasi Bencana, ketahanan pangan dan konservasi pantai Bugel, Kulon Progo. Kegiatan tersebut diawali dengan penanaman 700 bibit pohon Cemara Udang di sepanjang Pantai Bugel, 400 bibit tanaman buah jambu, 400 bibit tanaman sirsak, dan kecutan bersama perangkat desa, para nelayan serta warga Bugel.

Penanaman tersebut juga berkolaborasi dengan Fakultas Kehutanan UGM yang dipimpin langsung oleh dosen Fakultas Kehutanan Winastuti Dwi Atmanto. Menurutnya penanaman tersebut merupakan salah satu upaya pelestarian dan konservasi kawasan pesisir, dengan harapan pantai semakin luas dan dapat menahan abrasi.

Dalam kegitan tersebut Ibu Winastuti juga menyampaikan terkait masa hidup pohon Cemara Udang serta bagaimana pohon Cemara Udang dapat hidup pada daerah pesisir.

Merelokasi Masyarakat

Sementara itu Dosen Magister Manajemen Bencana Dina Ruslanjari menyampaikan bahwa satu dari bentuk mitigasi yang akan berjalan efektif dalam rangka menanggulangi bahaya abrasi adalah dengan merelokasi masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai ancaman bencana di kawasan pesisir terutama abrasi.

“Namun upaya merelokasi pasti memiliki banyak tantangan sehingga diperlukan perencanaan mitigasi yang berfokus tidak hanya pada mitigasi secara struktural baik alami maupun buatan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat dan perlindungan terhadap aset pertanian yang dimiliki masyarakat setempat,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya kolaborasi dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) secara spesifik juga berupaya merespon terjadinya bencana abrasi di Desa Bugel.

Edi Priyono selaku anggota DPRD Kulon Progo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Sekolah Pasca Sarjana UGM ini sangat dinantikan oleh warga Desa Bugel.

Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk memajukan wisata pantai Bugel.

“Pantai Bugel dulunya ingin dikembangkan menjadi tempat pariwisata pantai yang menjual keindahan pantainya. Hanya saja, akibat abrasi yang terjadi merusak keindahan tersebut. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan Pantai Bugel dapat menjadi lokasi pariwisata yang juga menjunjung tinggi kelestarian dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.