Kongres Memanen Air Hujan (KMAHI) #3 Tahun 2020

Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM menggelar Kongres Memanen Air Hujan untuk ketiga kalinya. (Foto: Humas UGM)

Depok-Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM menggelar Kongres Memanen Air Hujan untuk ketiga kalinya. Kongres Memanen Air Hujan #3 dilaksanakan secara daring melalui platform meeting online zoom serta tayang secara langsung melalui kanal youtobe Sv_UGM.

Pada kongres ini mendiskusikan gerakan memanen air hujan yang menjadi salah satu alternatif pemanfaatan air hujan ditengah masa pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas Dekan Sekolah Vokasi, Agus Maryono mengatakan latar belakang diselenggarakan kongres ini adalah sebagai wadah Instansi, Industri, akademisi dan praktisi Pemanen Air Hujan untuk bertemu, berdiskusi, dan bekerjasama dalam mendukung Pemberdayaan Gerakan Air Hujan Indonesia ditengah Pandemi Covid-19.

“Mengingat situasi pandemi Covid-19 menyadarkan kita perlunya aspek perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk meminimalkan potensi penyebarluasan Covid-19. Ketersediaan air bersih yang memadai tentu saja menjadi syarat utama terwujudnya PHBS. Berangkat dari hal tersebut, air hujan menjadi salah satu potensi penyedia sumber air yang perlu mendapat perhatian besar,” jelasnya.

Dari keseluruhan pembahasan pada Kongres Memanen Air Hujan #3 dapat disimpulkan bahwa Gerakan Memanen Air Hujan harus terus di dukung oleh semua pihak mengingat banyaknya manfaat yang dapat dipetik dari gerakan tersebut.

“Seluruh pihak harus terus bersinergi untuk mewujukan gerakan ini sebagai salah satu upaya mencapai kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang air bersih,” katanya.

Diikuti Ratusan Peserta

Dalam acara ini tercatat lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan yang meliputi mahasiswa, praktisi, kontraktor, konsultan, akademisi dan masih banyak lagi. Turut serta berrgabung dan memperhatikan pembahasan mengenai gerakan memanen air hujan.

Besar harapannya dari digelarnya kongres ini menjadi wadah yang menampung berbagai gagasan mengenai gerakan pemanenan air hujan yang tidak hanya meninjau pada 1 bidang tapi juga berbagai bidang yang berkaitan. Sehingga menjadi salah satu sarana penambah wawasan dan pengetahuan.

Selain itu kongres memanen air hujan ke tiga ini Universitas Gadjah Mada mendorong dan mendukung komunitas yang berada di Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, Ternate, Bali, Yogyakarta, dan Jakarta untuk melaksanakan kongres yang di selenggarakan pada tiap daerah masing masing secara daring dengan mendatangkan narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya.