UGM Perluas Pengembangan Budi daya Ikan Wader Pari

Aquatic Research Group, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya memperluas pengembangan budi daya ikan wader pari. (Foto: Humas UGM)

Cangkringan-Aquatic Research Group, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya memperluas pengembangan budi daya ikan wader pari. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra.

Inisiator Aquatic Research Group, Bambang Retnoaji mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan kerja sama pengembangan budi daya ikan wader pari berbasis Internet of Things/ IoT dengan IT Telkom Surabaya.
Dalam penjajakan kerja sama teresebut Rektor Institut Teknologi Telkom (ITTelkom) Surabaya Tri Arief Sardjono melakukan kunjungan langsung ke lokasi budi daya ikan wader pari hasil budi daya Fakultas Biologi UGM dengan DKP DIY di BPTP Cangkringan Sleman akhir November lalu.
Selain itu, juga dilakukan peninjauan fasilitas budi daya semi-massal di Fakultas Biologi UGM. Dalam kunjungan tersebut, tim dari ITTelkom Surabaya melihat fasilitas alat pemijahan portable ikan wader pari hasil kolaborasi dengan Kelompok Petani Ikan Santan Mina Lestari Binaan CSR PLN Peduli.
Budidaya Semi Massal
Pada pertemuan tersebut turut dipaparkan tentang sistem budi daya semi-massal yang lebih mudah diterapkan di lingkungan perkotaan, serta potensi pengembangannya dengan basis IT seperti penggunaan microcontroller dan sensor untuk otomatisasi pemberian pakan, pengaturan debit air, pengaturan suhu, dan tracking data parameter air menggunakan Iot.
“Dari kunjungan kemarin ada rencana dari ITTelkom Surabaya untuk membangun Vertical Farming IoT based menggunakan ikan wader sebagai objek hewan coba,” ungkapnya.
Bambang menyampaikan bahwa potensi kerja sama dengan ITTelkom Surabaya ini memberikan harapan besar kedepan budi daya wader dapat dikembangkan secara modern berbasis IT.
Edukasi Budidaya Wader
Tak berhenti melakukan pengembangan budi daya ikan wader pari saja, Aquatic Research Group terus melakukan edukasi terkait cara pembudidayaan ikan yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi ini.
Bambang menjelaskan pada awal program budi daya ikan wader pari ini berskala semi-massal. Namun, kini skala produksi telah massal dengan menggandeng mitra kelompok tani Gapoktan Santan Mina Lestari.
“Pengolahan produk pasca panen dari budi daya ikan wader pari ini telah dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai jual dari ikan wader pari hasil budi daya. Meski demikian, tampaknya tingkat kesadaran masyarakat terhadap budi daya ikan ini masih belum tinggi,”paparnya.
Oleh sebab itu, edukasi dan penyuluhan terkait budi daya ikan wader pari ini sangat dibutuhkan dan dilakukan pada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki minat untuk melakukan budi daya ikan wader pari. Untuk itu Aquatic Research Group, Fakultas Biologi UGM dan Gapoktan Santan Mina Lestari bekerja sama dengan PT PLN Persero Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah meningkatkan kapasitas edukasi dan penyuluhan budi daya.
Salah satu seri kegiatan penyuluhan masyarakat untuk budi daya ikan lokal ini dilaksanakan dalam bentuk kerja sama dengan DKP DIY, sekaligus dalam acara sosialisasi restoking ikan lokal di DIY, yang juga merupakan bagian dari program kerja DPRD Provinsi DIY. Dilakukan pada bulan November 2020 di beberapa tempat di Sleman dan Bantul antara lain di Potorono, Temuwuh, Sumbersari, serta Wonokerto.
“Harapannya lewat program edukasi ini ada peningkatan pengetahuan tentang budi daya ikan wader pari di Kelompok Masyarakat DIY sehingga memunculkan stimulus untuk ikut terlibat dalam budi daya ikan wader pari,” tuturnya.