UMKM, Ayo Bangun Brand Produk Anda

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X bersama Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto melepas delapan kontainer pada agenda Pelepasan Konvoi Ekspor dari Yogyakarta ke Pasar Global, di halaman Grha Pradipta (Jogja Expo Center), Banguntapan, Bantul, Jumat (16/10/2020) sore. HUMAS DIY

Membuat produk UMKM yang memiliki brand bukanlah hal mudah. Diperlukan biaya, komitmen, dan konsistensi. Starbucks, misalnya, sebuah merek kopi terkenal, membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dikenal di seluruh dunia, sejak berdiri pada tahun 1971 sampai hari ini. Bukankah itu waktu yang cukup lama bagi sebuah brand untuk terus-menerus dikenalkan kepada target konsumennya?

Namun demikian, bukanlah hal sulit untuk membuat sebuah brand. Untuk membuat sebuah brand, dibutuhkan 15 langkah. Langkah-langkah tersebut dibuat oleh seorang praktisi branding ternama, Subiakto Priosoedarsono, yang telah berhasil membangun banyak brand besar, seperti Indomie dan Kopiko. Dengan menggunakan panduan brand plan tersebut, Anda akan lebih mudah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan sebuah brand.

Sejumlah 15 langkah itu adalah product, market category, competitors, segmenting, targeting, DNA, added value, new category, barrier to entry, brand positioning, brand personality, name, logo, slogan, experience.

Dari ke-15 langkah tersebut, langkah yang paling menantang adalah targeting, DNA, dan added value. Karena, pada langkah inilah produk harus mampu menjadi pembeda dengan produk lain yang sejenis. Jika hanya membuat produk yang sama dengan produk sebelumnya maka Anda telah memilih untuk berada di kawasan red zone, yakni sebuah tempat di mana telah berada para pengusaha dan brand besar yang siap menerkam Anda, kapan saja.

Namun, jika Anda telah benar di tiga langkah itu, diharapkan produk Anda telah berada di blue zone di mana persaingan tidak lagi banyak. Meskipun harus bersaing, namun Anda telah berada di posisi yang hampir setara.

Mari membahas 15 langkah penting ini. Langkah pertama, Anda harus tahu, apa produk Anda. Mungkin saja bahannya sama atau pelayanannya sama, tetapi produk Anda harus diketahui perbedaannya dengan produk lain. Contoh, sama-sama bahannya pisang, namun produk Anda dari pisang apa, bagaimana mengolahnya, untuk apa pisang tersebut, berapa ukurannya, dan lain sebagainya.

Langkah kedua, market category. Anda sudah mengkategorikan produk Anda akan masuk ke rak bagian apa agar orang mudah mengenalinya. Contoh, jika produknya pisang, apakah digoreng, direbus, atau dikukus. Dari ketiga kategori ini saja konsumen sudah tahu di mana harus mencari produknya. Dalam penentuan kategori market, jangan sampai salah, pisang rebus jadi pisang goreng, karena akan berakibat fatal pada proses pembuatan. Akibatnya, produk Anda tidak layak dipasarkan.

Langkah ketiga, competitor. Sebelum membuat brand, Anda harus tahu, siapa kompetitor terdekat Anda. Harus Anda pelajari secara saksama produk kompetitor Anda agar ketika produk sama, Anda akan tahu samanya apa dan bedanya apa. Contoh, sama-sama pisang goreng mungkin berbeda minyak gorengnya, ukurannya, dan cara memotongnya.

Langkah keempat, segmenting. Pada langkah keempat ini, Anda harus mempelajari demografi penduduk serta kebiasaan mereka dan siapa kira-kira yang akan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan untuk membeli produk Anda.

Langkah kelima, targeting, yaitu sebuah fokus yang akan Anda tembak untuk memasarkan produk Anda. Contoh, jika Anda buat pisang goreng yang hanya untuk anak-anak usia 10 sampai 15 tahun maka Anda harus tahu karakter usia tersebut. Namun, jika target Anda adalah semua usia, tentu saja akan berbeda cara membuatnya.

Pentingnya DNA

Langkah keenam, DNA, yakni sebuah proses di mana Anda harus menemukan apa yang benar-benar menjadi pembeda produk Anda dari produk sejenis, sehingga dengan pembeda inilah nantinya Anda akan merencanakan sebuah tindakan marketing dan selling. Contoh, pisang goreng Anda hanya dibuat dari bahan pisang tanduk, karena memiliki cita rasa yang unik dan khas, tak sama dengan pisang-pisang lainnya.

Langkah ketujuh, added value atau nilai tambah. Di samping memiliki keunikan dan kekhasan produk, Anda juga harus memiliki kelebihan lain, baik yang ada dalam produk atau di luar produk. Contoh, pisang goreng Anda hanya cocok dimakan bersama keluarga atau teman, atau cocok sebagai oleh-oleh.

Langkah kedelapan, new category. Anda bisa menjadikan produk Anda benar-benar berbeda dengan produk lainnya, sehingga membuat kategori baru. Namun, jika tidak, tidak menjadi masalah. Contoh, pisang goreng Anda digoreng dalam waktu hanya 10 detik, dicelup, lalu diangkat.

Langkah kesembilan, barrier to entry, yaitu bagaimana Anda membuat pengaman agar produk Anda tidak mudah ditiru oleh orang lain. Semakin sulit produk ditiru maka semakin baik brand tersebut. Contoh, pisang goreng Anda bisa mekar saat digoreng, atau pisang goreng Anda langsung kering minyaknya saat ditiriskan.

Langkah kesepuluh, brand positioning, bagaima Anda menempatkan brand Anda dalam persepsi konsumen. Contoh, pisang goreng keren, kekinian, atau pisang goreng jadul.

Langkah kesebelas, brand personality, berkaitan dengan tampilan yang akan ditampakkan pada kemasan, apakah akan tampak gemuk, sedang, atau kurus. Penampilan ini akan identik dengan siapa brand ambassador-nya. Jika sebagai produk kekinian maka kira-kira artis sekelas Iqbaal Ramadhan cocok dijadikan brand ambassador.

Langkah keduabelas, name. Di sinilah Anda mulai mengarang dan mencari nama untuk produk Anda, dari sekian karakter yang telah Anda temukan pada langkah sebelumnya.

Langkah ketigabelas, logo. Anda sudah bisa merancang dan mendesain logo yang cocok dan tepat. Logo untuk brand tidaklah sama dengan desain biasa. Diperlukan keahlian khusus untuk membuat logo sesuai langkah-langkah tadi.

Langkah keempatbelas, slogan. Anda harus mulai bermain slogan agar produk Anda banyak dikenal dengan banyak cara. Contoh, manisnya menggigit atau renyah saat digigit.

Langkah kelimabelas, experience atau pengalaman. Di sinilah nanti konsumen menentukan, apakah janji yang Anda buat bisa dibuktikan. Jika janji Anda terbukti maka brand Anda akan masuk kategori brand heaven. Sementara bila tidak maka brand Anda akan menjadi brand hell.

Selamat mencoba. Anda pasti bisa.

Add Comment