Pasar Barter Banguntapan, Geliatkan UMKM di Masa Pandemi

Pasar Barter Banguntapan, geliatkan UMKM di masa Pandemi. (Foto: Kapanewon Banguntapan)

Banguntapan-Pemerintah Kepanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) setempat mengembangkan Pasar Barter cod (cash on delivery) UMKM guna memfasilitasi transaksi penjualan produk mereka di tengah pandemi wabah COVID-19.

Akibat pandemi Covid-19 banyak UMKM yang omzetnya menurun, bahkan sampai gulung tikar, diantara mereka ada yang beralih pada komoditas lain. Ada juga yang masih berjualan namun dengan metode yang sederhana yakni berupa cod melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA) ataupun media sosial seperti Facebook.

Melalui WA group yang sudah ada, para UMKM saling cod untuk berjualan. Tetapi dirasa sistem ini kurang maksimal untuk meningkatkan omzet. Hal ini karena waktu dan tempatnya tidak menentu.

Untuk itu dibutuhkan sebuah solusi dan motivasi di tengah pandemi agar para pelaku UMKM ini mempunyai semangat untuk tetap bisa menjalankan usahanya.

Berawal dari obrolan pada sebuah group media sosial yang beranggotakan para pelaku UMKM Banguntapan yang saling menawarkan produk dagangan mereka, muncullah ide membuat Pasar Barter. Setelah dilakuan diskusi, kemudian ditentukan tempat dan waktu untuk pelaksanaan Pasar barter tersebut yaitu setiap hari Kamis di Komplek Kantor Kepanewon Banguntapan.

Dengan jumlah peserta yang masih sangat terbatas, dilaksanakan agenda pasar Barter yang pertama yaitu pada tanggal 11 Juni 2020. Para pelaku UMKM ini saling menawarkan apa yang mereka punya, dan saling tukar menukar.

Sistem pasar ini yakni menukar barang yang mereka miliki dengan barang yang mereka butuhkan, misalnya seorang memiliki telur namun ia sedang butuh cabai, telor tersebut dapat ditukar dengan cabai, adapula yang memiliki bawang namun ia sedang membutuhkan roti, bawang tersebut dapat ditukar dengan roti, begitu seterusnya. Namun apabila ada nilai lebih atau kurang terhadap barang tersebut dapat diganti dengan uang.

Seiring perkembangannya, agar para pelaku UMKM ini mendapat kepastian saat bertransaksi, para pelaku UMKM ini melakukan sistem Pre Order (PO) atau sehari sebelumnya memesan barang terlebih dahulu, sehingga dengan adanya sistem PO tersebut dapat menjadi acuan jenis dan jumlah komoditas yang akan dibawa.

Eksistensi Pasar Barter mulai dikenal oleh segenap masyarakat. (Foto: Kapanewon Banguntapan)

Eksistensi Pasar

Barbagai langkahpun dilakukan agar eksistensi pasar ini dikenal oleh masyarakat luas, seperti memberikan sosialisasi melalui website resmi Kepanewon Banguntapan, mempublikasikan pasar tersebut di berbagai media, seperti media sosial, media cetak dan online.

Upaya ini pun membuahkan hasil, eksistensi Pasar Barter mulai dikenal oleh segenap masyarakat, sehingga transaksi tidak hanya antar pelaku UMKM, tetapi juga dengan konsumen yang ada, sehingga transaksi tidak hanya barang dengan barang, tapi juga barang dengan uang.

Perkembangan terkini, minat untuk berjualan di Pasar Barter makin banyak. Karenanya perlu regulasi atau pengaturan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, sehat dan menguntungan,

Pengaturan ini antara lain dengan di bentuknya pengurus Pasar Barter dengan Surat Keputusan (SK) Penewu Banguntapan untuk mengatur secara teknis tugas pelaksanaan Pasar Barter.

Selain itu juga mengatur pembatasan jumlah pedagang, yaitu maksimal 30 UMKM, agar protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 bisa dilaksanaan secara baik dan benar di area tersebut. Serta peserta UMKM wajib sudah mempunyai Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK) atau Nomor Induk Berusaha (NIB).

Untuk mengatasi mereka yang tidak dapat ikut terfasilitasi sebagai peserta pasar Barter, akan di replikasi ke masing-masing desa, sehingga tiap desa ada pasar sejenis.

Pasar ini pun tidak hanya sebagai tempat untuk berjualan, namun menjadi ajang untuk tukar menukar ilmu dan pengalaman dalam berjualan, terutama teknik belanja online. Didalam WA group juga sebagai tempat sharing adanya informasi penting terkait UMKM, misalnya infomarsi tentang pelatihan, pameran produk dan info lainnya.

Berbagai pelatihan juga telah dilakukan, seperti pelatihan pembukuan keuangan dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba, pelatihan pemanfaatan medsos dengan Women Will Indonesia, dan pelatihan privat tertentu antar UMKM.

Sementara untuk pameran yang telah diikuti antara lain pameran anjungan garuda di Lippo Mall Jogja, pameran di Malioboro Mall Jogja, dan pameran di Pasar Seni Gabusan.

Dari berbagai pameran tersebut, salah satu UMKM yaitu Paspor Chase lolos sebagai salah satu produk yang akan di pasarkan di maskapai Garuda Indonesia dan menjadi UMKM yang pertama di DIY.

Untuk lebih memaksimalkan sosialisasi dan omzet, Pemerintah Kecamatan Banguntapan sering mendatangkan beberapa tokoh ataupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di tingkat DIY maupun Kabupaten Bantul, juga para wartawan dan Youtuber.