Pemkab Kulon Progo Lakukan MoU Pembinaan, Pengawasaan Obat, dan Makanan

Bupati Kulon Progo Sutedjo menerima kunjungan Kepala BPOM DIY. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates-Bupati Kulon Progo Sutedjo menerima kunjungan Kepala BPOM DIY beserta jajarannya dalam rangka penandatanganan kerjasama antara BPOM DIY dengan Pemerintah Kabupaten Kulon progo bertempat di ruang Menoreh kompleks Pemkab Kulon Progo.

Dengan kerja sama ini diharapkan dapat membangun sinergitas antara dua lembaga pemerintah dalam rangka pembinaan dan pengawasaan obat dan makanan khususnya di Kabupaten Kulon Progo.

Kepala BPOM DIY Dewi Prawitasari menjelaskan tentang cakupan pengawasan sarana produksi obat dan makanan di DIY termasuk di Kulon Progo meliputi industri farmasi dan industri obat tradisional, usaha kecil obat tradisional, industri pangan, industri kosmetik dan industri pangan rumah tangga. Pengawasan produksi ini mencakup kebersihan,kelayakan,kualitas, keamanan produk obat dan makanan serta proses pendistribusiannya.

Lebih jauh Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk mengoptimalkan hasil UMKM nya seperti gula semut, gula merah, jamu dan lainnya untuk mengurus ijin edar karena adanya relaksasi syarat dan diskon biaya pengurusannya. Serta melakukan pendampingan UMKM untuk mengembangkan produk mereka.

“Untuk produk ini bisa tidak melakukan uji kelayakan karena minim resiko yang berbahaya, sehingga memudah kan proses perijinannya. Hal ini bisa menaikan kelas produk UMKM bahkan bisa berpeluang untuk ekspor,”katanya.

Ia menambahkan BPOM saat ini melakukan pengawasaan terhadap vaksin Covid-19. Pengawasaan dalam pendistribusian dan kesiapan daerah-daerah untuk menerima kedatangan vaksin Covid-19 ini. Ketersediaan chiiler, thermometer/data logger dan genset menjadi penting untuk penyimpanan vaksin.

Menyambut Baik

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo menyambut baik kerja sama ini, karena memang obat dan makanan merupakan kebutuhan hidup publik sehingga harus dipastikan bahwa produk-produk ini aman dikonsumsi manusia. Pemerintah harus menjamin keamanannya sebelum diedarkan ke masyarakat.

“Maka melalui BPOM inilah peran serta pemerintah untuk memastikan produk – produk aman dikonsumsi,” ujarnya.

Sutedjo juga menyampaikan kepada para OPD terkait yang turut serta hadir dalam acara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi UKM dan Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu untuk menindak lanjuti peluang yang diberikan BPOM kepada Kulon Progo guna mendorong UMKM nya mengurus perijinan dan memperbaiki pengemasan produknya.

“Produk gula semut ini sudah di ekspor, sebenarnya tapi memang masih dalam bentuk curah, belum dalam kemasan yang lebih praktis,” ujar Bupati Sutedjo.

Bupati juga memberikan arahan kepada Dinas kesehatan untuk kesiapan kedatangan vaksin Covid-19.

Kepala BPOM juga mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Kulon Progo yang serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) nya sebesar 61,20% yang mana nomor satu di tingkat nasional.

Add Comment