Penerapan PTKM, Masih Banyak Warung/Café di Bantul Tidak Taati Instruksi

Petugas Satuan Polpp Kabupaten Bantul saat menertibkan para pedagang yang masih membuka dagangannya diatas pukul 19.00 WIB. (Foto:Pemkab Bantul)

Banguntapan-Sebagai tindak lanjut Instruksi Bupati Bantul No. 1 tahun 2021 tentang Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Kabupaten Bantul.

Petugas Gabungan yang terdiri dari Unsur TNI/Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan Kegiatan Operasi Patuh Covid-19 Kapanewon dan Titik Keramaian di Wilayah Kabupaten Bantul.

Menurut Sekretaris Kantor Satpol PP Bantul, Anton Vektori kegiatan Operasi Patuh Covid-19 ini akan dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 25 Januari 2021 seiring dengan pemberlakuan PTKM di Kabupaten Bantul.

“Tujuan digelarnya operasi patuh covid-19 ini, untuk memberikan himbauan penerapan protokol kesehatan secara ketat kepada masyarakat, baik pelaku usaha dan pengunjung tempat keramaian seperti Café, Toko, Warung Makan sesuai dengan Instruksi Bupati Bantul Nomor 1/INSTR/2021 tentang PTKM, “ terang Anton Vektori.

Pemberian Sanksi

Sementara, Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta ditemui terpisah usai memimpin kegiatan Operasi Patuh Covid-19 di Wilayah Kapanewon Kasihan mengatakan, masih ada Toko, Warung Makan, Café atau tempat keramaian yang masih buka melebihi jam yang telah diatur dalam Instruksi Bupati Bantul No. 1 Tahun 2021.

“Hari Kedua penerapan PTKM masih banyak ditemui dilapangan warung makan, café dan tempat keramaian masih beroperasi, petugas gabungan memberikan himbauan keras kepada pemilik café/warung dan pengunjung hingga menutup warung yang melebihi jam operasional sesuai Instruksi Bupati Bantul yakni Jam 19.00 harus tutup,“ terang Yulius.

Dalam Operasi Patuh Covid-19 ini, petugas gabungan memberikan himbauan keras bagi warung yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, penataan kursi yang berdempetan, dan menutup sementara usaha selama 1 x 24 jam.

 

Add Comment