Penyerahan LKPD Pemkot Yogyakarta Tercepat Keempat Se-Indonesia

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saat menyerahkan LKPD kepada Kepala BPK RI perwakilan Provinsi DIY, Jariyatna. (Foto: Hanang Widiandhika)

Umbulharjo-Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2020 Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi penyerahan LKPD tercepat ke 4 se-Indonesia.

“Ini tradisi bagus yang bisa menjadi teladan bagi wilayah lain, sementara untuk di wilayah DIY Pemkot Yogya tercepat kedua setelah Sleman yang Rabu lalu telah menyerahkan LKPD-nya kepada kami” ucap Kepala BPK RI perwakilan Provinsi DIY, Jariyatna.

Pihaknya mengatakan usai penyerahan LKPD tersebut akan dilakukan pemeriksaam selama 45 hari.

“LKPD ini setelah kami terima maka sesuai amanat Undang-undang, BPK RI DIY akan menyelesaikan pemeriksaan LKPD tersebut selama 45 hari dan hasilnya akan diumumkan dalam kurun waktu 60 hari,” bebernya.

Cepat Bukan Berarto Tergesa-gesa

Ditemui usai penyerahan LKPD, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyatakan penyerahan LKPD Kota Yogyakarta Tahun 2020 kepada BPK RI DIY tersebut merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban Pemkot Yogya dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yaitu dengan penyusunan LKPD yang berkualitas.

Pihaknya mengungkapkan jika Pemkot Yogya menyerahkan LKPD lebih awal yakni pada bulan Januari untuk mempercepat proses pertanggung jawaban penggunaan anggaran sehingga akan memudahkan proses publikasi dan pembangunan selanjutnya.

“Yang perlu digaris bawahi adalah, cepat ini bukan berarti kita tergesa-gesa,” tegas Walikota.

Ia mengaku telah melakukan sejumlah upaya agar LKPD bisa dilaporkan lebih cepat dari biasanya. “Kami bertekad untuk tahun ini jangan sampai melewati bulan pertama di awal tahun berjalan,” tandasnya.

Menurutnya penyerahan LKPD lebih awal tersebut sangat bermanfaat bagi Pemkot Yogyakarta karena dengan penyelesaian LKPD yang lebih cepat, tentu juga akan segera diperiksa BPK sehingga catatan laporan keuangan bisa lebih baik.

Walikota menjelaskan pada tahun 2020 Kota Yogyakarta mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-10 kali secara berturut turut.

“Untuk itu dengan telah diraihnya torehan tersebut, kami jadikan sebagai standar penyampaian laporan keuangan,” jelasnya.

Ia berharap di tahun 2021 Pemkot Yogyakarta dapat kembali meraih predikat WTP yang ke 11 kalinya.