Bupati Sleman Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Bupati Sleman, Sri Purnomo saat mengerjakan surat di ruang kerjanya. (Foto: Pemkab Sleman)

Turi-Setelah dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (20/1/2021) lalu dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, Bupati Sleman Sri Purnomo kini dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kesembuhan Bupati Sleman tersebut berdasarkan hasil Swab Antigen pada hari Senin (1/2/2021) lalu dengan hasil negatif.

“Setelah saya melaksanakan swab antigen ternyata hasilnya negatif dan saya mulai hari Selasa (2/2/2021) saya mulai masuk kerja dan kembali melakukan kegiatan seperti biasanya menandatangani dan mengerjakan surat di ruang kerja,” ungkap Sri Purnomo.

Sri Purnomo menuturkan, selama melakukan isolasi mandiri, dilakukan pemantauan kesehatan secara rutin oleh Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Sleman. Dirinya juga mengaku selama isolasi mandiri tidak mengalami gejala apapun dan tetap aktif bekerja dan berolah raga di rumah serta berkebun dan banyak mengkonsumsi buah.

“Ada rambutan, jambu cristal, klengkeng, buah-buah itu adalah hasil kebun sendiri. Selain itu juga ada sayuran hasil kebun, dirumah saya juga memelihara ikan nila dan lele,” celotehnya.

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo selama melakukan isolasi mandiri tetap menghadiri sejumlah agenda kegiatan Pemerintah Kabupaten Sleman secara virtual (zoom meeting).

Dalam kesempatan tersebut juga ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tidak menganggap sepele. Hal tersebut menurutnya akan lebih baik lagi jika diimbangi dengan gaya hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga.

Isolasi Mandiri

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo menyampaikan jika merujuk pada pedoman Kementerian kesehatan, untuk kategori orang tanpa gejala, setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 sampai dengan 14 hari dapat dinyatakan sembuh secara epidemiologis.

“Secara epidemiologis itu bisa dinyatakan sembuh, kalau misalnya ada virus, itu hanya tinggal sisa-sisanya dan tidak menular, kalau tanpa gejala seperti itu,” jelasnya.

Hal tersebut dinilai sesuai dengan apa yang dialami Bupati Sleman dengan kategori orang tanpa gejala dan telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, serta dilakukan swab antigen kembali, dengan hasil negatif.

Lebih lanjut, Joko Hastaryo juga menjelaskan bahwa selama ini Bupati Sleman dalam setiap kegiatannya telah menjalankan protokol kesehatan, kendati demikian, potensi penularan masih ada sekalipun dengan presentasi kecil.

“Jadi gambarannya, ketika telah melakukan protokol kesehatan dengan asumsi telah menjaga jarak, jika kita tidak memakai masker lalu melakukan interaksi dengan orang positif yang juga tidak memakai masker, maka potensi penularan mencapai 95 persen,” jelasnya.

Persentase penularan tersebut akan berbeda jika gambarannya orang yang terindikasi positif covid-19 menggunakan masker dan melakukan interaksi dengan orang yang tidak memakai masker, persentase penularan mencapai 35 persen. Namun apabila ada interaksi dari orang positif Covid-19 dengan orang lain dan keduanya memakai masker serta menjaga jarak, maka persentasenya penularan hanya 1,5 persen.