Desa Wisata Bromonilan Suguhkan Pemandangan Alam yang Asri

Pengunjung saat menikmati aliran sungai di Desa wisata Bromonilan. (Foto: Instagram.com/jogloparisewu)

Setelah sepekan beraktivitas dan bergelut dengan kesibukan, memanjakan diri adalah syarat wajib yang harus dilakukan, seperti mengunjungi wisata alam, salah satunya adalah Desa wisata dan budaya Bromonilan. Desa wisata ini lokasinya ada Jalan Komperta, Bromonilan, Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.

Di sini pengunjung disuguhi wisata alam yang memanfaatkan potensi setempat berupa aliran sungai kuning dan pinggiran sungai yang asri dipenuhi pohon bambu. Tepat di bawah jembatan akan disuguhi pemandangan indah sebuah aliran serupa air terjun hasil dari bendungan kecil di bagian utara jembatan.

Untuk berkunjung ke objek wisata ini, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, lokasinya pun dari pusat Kota Yogya tidak terlalu jauh. Namun jika wisatawan masih bingung untuk menemukan tempat ini, wisatawan bisa mencarinya di google maps, karena tempat ini sudah terdaftar. Para wisatawan hanya tinggal mengetik “Desa Wisata Bromonilan” dan anda akan dipandu menuju lokasi tersebut.

Jalur menuju tempat tersebut pun cukup aman dan bisa dilalui oleh mobil ataupun bus berukuran kecil dengan maksimal penumpang sekitar 30 orang. Jika lebih besar dari itu, sayangnya belum bisa karena akses jalan yang tidak terlalu luas.

Selama perjalanan menuju ke tempat ini pemandangan yang disuguhkan layaknya di pedesaan pada umumnya, seperti rutinitas masyarakat setempat. Banyak pria paruh baya berjalan lalu lalang sambil mengayuh sepeda onthelnya.

Disarankan menikmati suasana paling baik saat pagi hingga menjelang sore hari. Pengunjung bisa langsung menuju area sebelah selatan jembatan Sungai Kuning. Bahkan jika beruntung, pengunjung bisa melihat pertunjukkan seni yang diselenggarakan oleh pengelola objek wisata Bromonilan.

Di area ini, para pengunjung dapat menikmati langsung jernihnya air dari aliran sungai melalui jalan setapak yang dibuat di tepi-tepinya.

Tak hanya itu, selain lokasinya bisa dimanfaatkan untuk berenang dan bermain air bersama keluarga, dua air terjunnya juga menjadi pemandangan tersendiri yang menyejukkan hati.

Kondisi sekeliling sungai yang masih asri mampu membuat kita melupakan sejenak hiruk pikuk kota yang bising dan melelahkan.

Saat ini desa wisata ini terus dikembangkan pengelolaannya, termasuk menambah sarana dan prasarana untuk memberikan kenyamanan pengunjung. Sehingga pengunjung terus bertambah.

Selama masa pandemi, tempat ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai melakukan pengecekan suhu tubuh dengan batas tertentu, mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun secara berkala, memakai masker, hingga menjaga jarak dengan pengunjung lainnya.

Untuk tempat mencuci tangan telah disediakan di beberapa tempat di pintu masuk, di aula, di sekitar panggung, juga di sekretariat.

Di tempat ini pengunjung bisa belajar gamelan Jawa, jathilan, tarian Jawa, jemparingan, membatik dan lainnya. Untuk anak-anak bisa melihat ternak sapi, kambing etawa, edukasi cara memandikan sapi, memberi makan sapi, bermain di sawah, juga cara bertani.

Sementara orang tua juga bisa belajar membuat makanan sendiri seperti apem, sagon, keripik posol dan papaya.

Terapi Ikan di Pinggir Sungai

Bagi Anda yang jarang menyempatkan waktu untuk merawat diri, cobalah sesekali memanjakan diri dengan spot terapi ikan yang bisa anda nikmati di tempat ini.

Sembari membiarkan ikan-ikan kecil membersihkan sel kulit mati di kaki Anda, Anda juga bisa menenangkan diri dengan menikmati gemericik air serta pemandangan aliran sungai beserta air terjunnya yang menyegarkan mata.

Terapi ikan sendiri memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Mulai dari menjaga kesehatan kulit, melancarkan sirkulasi darah, menghilangkan bekas luka, hingga membuat tidur anda nantinya jadi lebih nyenyak.

Pari Sewu

Di area objek wisata Bromonilan juga menyuguhkan wisata kuliner yang nyaman. Salah satunya restoran Pari Sewu. Letaknya tepat di atas sebelah timur jembatan aliran sungai kuning.

Di restoran ini, pengunjung bisa menyantap berbagai menu pilihan di tempat yang asri dan sejuk. Pengunjung bisa memilih tempat makan di area pendopo, di taman atau di sebuah rumah pohon dengan pemandangan air terjun sungai kuning.

Salah satu menu andalan adalah Ayam Jembar. Menu ini dibanderol Rp 20 ribu lengkap lalapan. Ayam bumbu ini memiliki rasa yang kaya rempah meresap hingga ke tulang. Untuk minumannya juga ada berbagai pilihan es, salah satunya es beras kencur.

Selain menawarkan tempat makan dengan menu yang bervariasi dan terjangkau, beberapa sudut Pari Sewu juga bisa menjadi spot foto yang instagramable. Desain dari restoran bergaya tradisional dengan sentuhan kekinian.